FEBI UIN Salatiga membuka kesempatan bagi mahasiswa terbaik untuk mengikuti program internasional di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Terengganu, Malaysia.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga mengikuti rapat koordinasi yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Kamis, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang Diskusi Mutu LPM. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi dan fungsi Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) di tingkat fakultas sebagai garda terdepan implementasi sistem penjaminan mutu internal.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LPM dan dihadiri para Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas se-UIN Salatiga. Dari unsur FEBI, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu FEBI, Rifda Nabila, M.Si., bersama jajaran pimpinan mutu lainnya.
Dalam arahannya, Ketua LPM menegaskan bahwa Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas berkedudukan di fakultas masing-masing, dengan garis komando kepada LPM serta garis koordinasi dengan Dekan. Skema ini dirancang untuk memastikan kebijakan mutu universitas dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara efektif di tingkat fakultas, termasuk di FEBI. Dengan model tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara perumusan kebijakan mutu di tingkat universitas dan pelaksanaan teknis di fakultas.
Rapat ini juga menekankan pentingnya penguatan peran GJMF dalam penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) fakultas serta perangkat pendukung lainnya, seperti pedoman Audit Mutu Internal (AMI), Rencana Tindak Lanjut (RTL), dan instrumen evaluasi lainnya. Bagi FEBI, penguatan dokumen mutu ini menjadi langkah penting dalam memastikan tata kelola akademik yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Selain aspek dokumen, koordinasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali kewajiban pelaporan kinerja GJMF secara rutin, penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) setiap tahun, serta kesiapan fakultas dalam menghadapi proses akreditasi program studi. Pelibatan LPM dalam setiap tahapan akreditasi juga ditekankan agar standar dan indikator mutu dapat selaras dengan ketentuan lembaga akreditasi.
Melalui rapat koordinasi ini, FEBI UIN Salatiga menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Dengan struktur koordinasi yang lebih jelas dan peran GJMF yang semakin tegas, FEBI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan tata kelola kelembagaan demi kemajuan sivitas akademika.
Salatiga – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dosen pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula FEBI itu sebagai bagian dari persiapan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 sekaligus forum strategis untuk memperkuat kualitas akademik, standardisasi pembelajaran, dan peningkatan pelayanan pendidikan kepada mahasiswa.
Dekan FEBI, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., menegaskan bahwa dinamika pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut kesiapan dan adaptasi berkelanjutan dari dosen.
“Penguatan materi pembelajaran berbasis data, pembaruan kompetensi keilmuan, serta inovasi metode pembelajaran menjadi langkah penting dalam merespons perkembangan teknologi,” jelasnya.
Peningkatan standar akademik melalui penyusunan dan keseragaman Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pemahaman Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) menjadi perhatian utama fakultas.
Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., menegaskan bahwa standardisasi pembelajaran dinilai krusial untuk menjamin kualitas akademik yang setara, khususnya pada mata kuliah yang diampu oleh lebih dari satu dosen.
Penguatan Karakter Penguatan karakter mahasiswa turut menjadi fokus dalam Rakor dosen FEBI. Pembentukan mindset insan pembelajar dipandang penting agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga pada pengembangan kompetensi, kemandirian, dan daya saing. Pendekatan pembelajaran adaptif dan inklusif menjadi bagian dari strategi akademik, seiring dengan keragaman karakteristik mahasiswa di lingkungan FEBI.
“Komitmen peningkatan mutu institusi diwujudkan melalui persiapan reakreditasi program studi, penguatan evaluasi pembelajaran, serta optimalisasi layanan akademik. Peran dosen dalam menjaga kualitas proses pembelajaran, transparansi penilaian, dan pengembangan atmosfer akademik yang kondusif menjadi elemen penting dalam penguatan tata kelola akademik,” kata Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si.
FEBI UIN Salatiga terus menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat kualitas lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing.
Salatiga — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan The 6th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2025 pada Rabu, 26 November 2025 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring melalui Zoom Meeting.
Dengan mengusung tema “Economic Resilience and Business Agility in the AI Era”, AICIEB 2025 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu strategis ekonomi dan bisnis Islam di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin, M.Ag., serta dihadiri Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. Ketua Panitia AICIEB 2025, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya FEBI UIN Salatiga dalam memperkuat kontribusi akademik ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional dan internasional.
AICIEB 2025 menghadirkan pembicara internasional dan nasional, yaitu Adnan Alfatiri, MSc.Fin (Fatoni University, Thailand), Prof. Dr. Gazi Md Nurul Islam (Universiti Tun Abdul Razak, Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Jawad Z. Salic, ShL, LPT (Mindanao State University, Filipina), serta Prof. Mochlasin, M.Ag. dari UIN Salatiga.
Turut hadir dalam acara ini, Kabiro UAPK dan civitas akademik UIN salatiga, perwakilan PTKIN se-Jawa Tengah, Mitra FEBI UIN Salatiga, perwakilan Pemerintah Kota Salatiga, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring dan kolaborasi akademik.
AICIEB 2025 mendapat antusiasme tinggi dari peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta berkontribusi dalam menghadapi transformasi digital global.
Diberitahukan bahwa UIN Salatiga akan memberikan beasiswa Prestasi yang bersumber dari DIPA UIN Salatiga Tahun 2025 sebanyak 70 (tujuh puluh) mahasiswa dengan ketentuan lebih lanjut pada dokumen berikut ini.
Salatiga – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalitas sumber daya manusia, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Skema Sertifikasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 30 Juni hingga Selasa, 1 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat Utama Gedung Hasyim Asy’ari UIN Salatiga.
Acara secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyudin Baidhawy, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya skema sertifikasi sebagai upaya konkret peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan, sekaligus mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Sebagai narasumber utama, hadir Bapak Senggono, seorang Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memberikan materi mendalam mengenai penyusunan skema sertifikasi, mekanisme uji kompetensi, tata kelola LSP, serta strategi implementasi sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengelola LSP, dosen asesor kompetensi, dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Salatiga. Para peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi secara interaktif dan melakukan praktik penyusunan dokumen skema sertifikasi, sebagai langkah strategis dalam memastikan setiap program sertifikasi berjalan sesuai standar mutu BNSP.
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan LSP UIN Salatiga semakin siap untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi yang kredibel dan diakui secara nasional, sekaligus mendorong peningkatan kualitas lulusan yang profesional dan kompetitif di dunia kerja