SURAKARTA, Indonesia — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga kembali menorehkan prestasi di forum akademik internasional setelah Heri Kurniawan, dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Akuntansi Syariah, menjadi perwakilan tunggal UIN Salatiga, meraih penghargaan Best Paper dalam The 6th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2026 yang diselenggarakan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Selasa, 1 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi FEBI UIN Salatiga sekaligus menunjukkan daya saing riset sivitas akademik fakultas dalam forum ilmiah yang mempertemukan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam konferensi tersebut, Heri mempresentasikan paper berjudul “Climate Attention and Herding in Sharia-Compliant Equities: Market-State Evidence from the JII70.” Penelitian tersebut mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, khususnya keterkaitan perhatian terhadap isu perubahan iklim dengan perilaku herding pada saham-saham yang memenuhi prinsip syariah di Jakarta Islamic Index 70 (JII70). Topik tersebut sejalan dengan tema besar ICIES 2026, “Islamic Innovation and Sustainability Transformation: Advancing Net-Zero Transition through Ethical Technology and Green Economy.” Forum tersebut diikuti puluhan presenter dari berbagai institusi dan mempertandingkan karya ilmiah dalam sejumlah kategori penghargaan.

Nama Heri Kurniawan kemudian diumumkan sebagai penerima penghargaan Best Paper pada penutupan konferensi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Bagi Heri, penghargaan tersebut menjadi kejutan karena sejak awal keikutsertaannya lebih ditujukan untuk mempresentasikan hasil penelitian, memperoleh masukan akademik, serta membawa nama FEBI UIN Salatiga dalam forum ilmiah internasional. “Saya benar-benar tidak menyangka paper ini terpilih sebagai Best Paper. Awalnya saya datang dengan niat sederhana, yaitu mempresentasikan hasil penelitian sebaik mungkin, belajar dari para akademisi lain, dan membawa nama FEBI UIN Salatiga. Ketika nama saya diumumkan, tentu saya sangat terkejut sekaligus bersyukur dan bangga. Penghargaan ini saya anggap sebagai bonus dan motivasi untuk terus belajar serta menghasilkan penelitian yang lebih baik dan bermanfaat,” kata Heri.
Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena Heri menjadi satu-satunya presenter dari UIN Salatiga dalam ICIES 2026. Di tengah puluhan presenter dari berbagai institusi, paper yang dibawanya mampu memperoleh apresiasi tertinggi dalam kategori Best Paper. Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprah FEBI UIN Salatiga dalam pengembangan riset ekonomi dan keuangan Islam, terutama pada isu-isu mutakhir yang mempertemukan keuangan syariah, perilaku pasar, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

ICIES merupakan forum akademik internasional tahunan yang diselenggarakan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada penyelenggaraan keenam tahun ini, konferensi mengangkat isu inovasi Islam dan transformasi keberlanjutan menuju transisi net-zero melalui teknologi etis dan ekonomi hijau. Pembahasannya mencakup ekonomi Islam, inovasi teknologi dan keberlanjutan, strategi bisnis berkelanjutan dan tata kelola Islam, keuangan Islam dan investasi hijau, kebijakan dan kolaborasi global, hingga masyarakat dan masa depan berkelanjutan.
Keberhasilan Heri meraih Best Paper diharapkan menjadi energi positif bagi iklim akademik FEBI UIN Salatiga. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam konferensi ilmiah bukan hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga kesempatan untuk menguji kualitas gagasan, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan rekognisi institusi. FEBI UIN Salatiga terus mendorong sivitas akademik untuk menghasilkan riset yang relevan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi dan bisnis Islam pada tingkat nasional maupun internasional. (AHK)


















