Bawa nama FEBI UIN Salatiga, Heri Kurniawan sabet Best Paper di ICIES 2026

SURAKARTA, Indonesia — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga kembali menorehkan prestasi di forum akademik internasional setelah Heri Kurniawan, dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Akuntansi Syariah, menjadi perwakilan tunggal UIN Salatiga, meraih penghargaan Best Paper dalam The 6th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2026 yang diselenggarakan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Selasa, 1 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi FEBI UIN Salatiga sekaligus menunjukkan daya saing riset sivitas akademik fakultas dalam forum ilmiah yang mempertemukan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

DSC09667 11zon

Dalam konferensi tersebut, Heri mempresentasikan paper berjudul “Climate Attention and Herding in Sharia-Compliant Equities: Market-State Evidence from the JII70.” Penelitian tersebut mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah kontemporer, khususnya keterkaitan perhatian terhadap isu perubahan iklim dengan perilaku herding pada saham-saham yang memenuhi prinsip syariah di Jakarta Islamic Index 70 (JII70). Topik tersebut sejalan dengan tema besar ICIES 2026, “Islamic Innovation and Sustainability Transformation: Advancing Net-Zero Transition through Ethical Technology and Green Economy.” Forum tersebut diikuti puluhan presenter dari berbagai institusi dan mempertandingkan karya ilmiah dalam sejumlah kategori penghargaan.

FBI084841

Nama Heri Kurniawan kemudian diumumkan sebagai penerima penghargaan Best Paper pada penutupan konferensi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Bagi Heri, penghargaan tersebut menjadi kejutan karena sejak awal keikutsertaannya lebih ditujukan untuk mempresentasikan hasil penelitian, memperoleh masukan akademik, serta membawa nama FEBI UIN Salatiga dalam forum ilmiah internasional. “Saya benar-benar tidak menyangka paper ini terpilih sebagai Best Paper. Awalnya saya datang dengan niat sederhana, yaitu mempresentasikan hasil penelitian sebaik mungkin, belajar dari para akademisi lain, dan membawa nama FEBI UIN Salatiga. Ketika nama saya diumumkan, tentu saya sangat terkejut sekaligus bersyukur dan bangga. Penghargaan ini saya anggap sebagai bonus dan motivasi untuk terus belajar serta menghasilkan penelitian yang lebih baik dan bermanfaat,” kata Heri.

Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena Heri menjadi satu-satunya presenter dari UIN Salatiga dalam ICIES 2026. Di tengah puluhan presenter dari berbagai institusi, paper yang dibawanya mampu memperoleh apresiasi tertinggi dalam kategori Best Paper. Prestasi ini sekaligus memperkuat kiprah FEBI UIN Salatiga dalam pengembangan riset ekonomi dan keuangan Islam, terutama pada isu-isu mutakhir yang mempertemukan keuangan syariah, perilaku pasar, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

DSC09888 11zon 1

ICIES merupakan forum akademik internasional tahunan yang diselenggarakan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pada penyelenggaraan keenam tahun ini, konferensi mengangkat isu inovasi Islam dan transformasi keberlanjutan menuju transisi net-zero melalui teknologi etis dan ekonomi hijau. Pembahasannya mencakup ekonomi Islam, inovasi teknologi dan keberlanjutan, strategi bisnis berkelanjutan dan tata kelola Islam, keuangan Islam dan investasi hijau, kebijakan dan kolaborasi global, hingga masyarakat dan masa depan berkelanjutan.

Keberhasilan Heri meraih Best Paper diharapkan menjadi energi positif bagi iklim akademik FEBI UIN Salatiga. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam konferensi ilmiah bukan hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga kesempatan untuk menguji kualitas gagasan, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan rekognisi institusi. FEBI UIN Salatiga terus mendorong sivitas akademik untuk menghasilkan riset yang relevan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi dan bisnis Islam pada tingkat nasional maupun internasional. (AHK)

Dukung Riset Berdampak Kemenag, Dosen FEBI UIN Salatiga Integrasikan Perangkat Analisis Kebijakan Berbasis Data

SALATIGA – Kualitas publikasi ilmiah dan penelitian kolaboratif di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga kini diarahkan pada penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Para akademisi FEBI dibekali kemampuan canggih untuk mengintegrasikan berbagai metode analisis multidisipliner dalam satu kerangka riset sistematis yang berdampak langsung pada persoalan sosial-ekonomi masyarakat.

 

Peningkatan kapasitas riset ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu Rabu–Kamis, 8–9 Juli 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung FEBI UIN Salatiga, mulai pukul 08.30–15.00 WIB. Menghadirkan pakar metodologi Dr. Tjondroargo Tandio, S.E., M.M., CIAR, C.SA, CT.SA sebagai narasumber, para dosen dilatih menggunakan berbagai perangkat pemodelan modern seperti MICMAC, MACTOR, MULTIPOL, VENSIM, dan PROMETHEE.

 

Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Agus Waluyo, M.Ag., menjelaskan bahwa penguasaan metodologi mutakhir ini merupakan langkah konkret fakultas dalam mendongkrak daya saing hasil riset dosen di tingkat nasional dan internasional. Langkah ini memastikan bahwa hasil penelitian yang diproduksi kampus tidak sekadar menjadi arsip akademik, melainkan menjadi solusi nyata yang aplikatif bagi industri ekonomi, bisnis, dan keuangan syariah.

 

Implementasi keahlian riset berbasis sistem ini sekaligus memperkuat kontribusi nyata institusi terhadap program prioritas Kemenag Berdampak serta akselerasi Green Wasathiyah Campus. Melalui transformasi cara meneliti ini, FEBI UIN Salatiga semakin adaptif terhadap perkembangan metodologi modern demi melahirkan inovasi akademik yang mampu menjawab tantangan riil di masyarakat luas.

 

Jamin Mutu Layanan Pendidikan Internasional, FEBI UIN Salatiga Perkuat Standar EOMS ISO 21001:2018

SALATIGA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga memastikan seluruh ekosistem layanan pendidikan dan tata kelola akademiknya tetap berjalan konsisten memenuhi standar internasional. Kepastian kualitas ini diperoleh melalui evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas dan keberlanjutan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (Educational Organizations Management System/EOMS) berbasis ISO 21001:2018.

 

Kegiatan penjaminan mutu berkala ini dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat FEBI, Gedung KH. Zubair Umar Al-Jaelani. Audit dipimpin langsung oleh Lead Auditor, Ir. Solichin Agung D., MBA, dengan fokus penilaian mencakup penelusuran dokumen mutu, observasi lapangan, serta verifikasi bukti objektif pada aspek tata kelola organisasi, proses akademik, layanan mahasiswa, hingga mekanisme perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

 

Dekan FEBI UIN Salatiga menegaskan bahwa standardisasi internasional ini menjadi fondasi utama dalam membangun budaya mutu yang berorientasi pada kepuasan peserta didik serta para pemangku kepentingan. Adanya pengawasan berkala ini mendorong seluruh unit kerja—termasuk program studi, laboratorium, dan layanan administrasi—untuk terus memangkas birokrasi yang tidak efisien dan meningkatkan transparansi layanan.

 

Sinergi berkelanjutan ini memperkuat visi FEBI UIN Salatiga dalam melahirkan lulusan ekonomi dan bisnis Islam yang kompeten serta adaptif di tingkat nasional maupun internasional. Melalui komitmen standarisasi global yang konsisten, FEBI tidak hanya menyajikan inovasi akademik, tetapi juga menghadirkan akuntabilitas tata kelola yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan mahasiswa institusi.

WhatsApp Image 2026 07 02 at 11.56.09

Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia: Mahasiswa FEBI Perluas Wawasan Global Melalui International Community Service

Malaysia, 7 Juni 2026 – Sebanyak 10 mahasiswa dari lima program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengikuti program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia yang berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 8–22 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa melalui pengalaman akademik, sosial, dan budaya di tingkat internasional.

Peserta program berasal dari lima program studi, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, dan Bisnis Digital. Selama berada di Malaysia, para mahasiswa bergabung bersama delegasi internasional dari berbagai perguruan tinggi dan negara dalam serangkaian kegiatan akademik serta pengabdian masyarakat berskala internasional.

Program ini diikuti oleh peserta dari empat negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, dan India, yang terdiri atas mahasiswa, dosen pendamping, serta perwakilan institusi mitra. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut menciptakan lingkungan pembelajaran yang multikultural dan memperkuat jejaring internasional antarperguruan tinggi di kawasan Asia. Melalui interaksi lintas negara, para peserta memperoleh pengalaman berharga dalam memahami perbedaan budaya, sistem pendidikan, serta dinamika sosial masyarakat di masing-masing negara.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah International Community Service di wilayah Terengganu, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, edukasi, pelestarian budaya, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptasi dalam lingkungan global.

Pelaksanaan Heritage Student Mobility 2026 terselenggara melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) serta beberapa perguruan tinggi mitra lainnya yang memiliki komitmen dalam penguatan kolaborasi internasional, pengembangan akademik, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong pertukaran ide, inovasi, dan praktik terbaik antarnegara.

Selain kegiatan pengabdian masyarakat, para peserta juga mengikuti diskusi akademik, seminar internasional, cultural exchange, leadership training, serta kunjungan edukatif yang bertujuan memperluas wawasan mengenai perkembangan ekonomi, bisnis, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun perspektif global sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarbangsa.

Dekan FEBI menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti Heritage Student Mobility merupakan bagian dari upaya institusi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja, membangun jejaring profesional internasional, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional antarperguruan tinggi, sekaligus meningkatkan reputasi akademik institusi di tingkat regional maupun global. Melalui semangat kolaborasi, pengabdian, dan pertukaran pengetahuan, mahasiswa tidak hanya menjadi duta kampus, tetapi juga duta bangsa yang membawa nilai-nilai keilmuan, budaya, toleransi, dan persahabatan antarnegara.
“Building Global Competence, Strengthening International Collaboration, and Creating Meaningful Impact for Society.”

Capture2

Mahasiswa Bisnis Digital Berhasil Meraih Penghargaan Internasional Best Project Pada Kompetisi Idea Innovation SDGs 13

Salatiga, 25 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital semester 6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, Monika Rosalinda kembali mengharumkan nama institusi di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pemuda berdampak dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi delegasi dalam program International Youth Connection bertema “Special Earth Day Edition – Scaling SDG 13 through Indonesian Youth Innovation”, yang dilaksanakan di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Monika juga berhasil meraih penghargaan Best Project pada kompetisi Idea Innovation SDGs 13.

Marina Barrage scaled

Program ini merupakan forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk berkolaborasi dalam menjawab tantangan perubahan iklim, sejalan dengan agenda SDG 13. Rangkaian kegiatan meliputi study abroad, kunjungan ke berbagai institusi strategis, eksplorasi budaya, konferensi internasional, hingga kompetisi inovasi.

Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Singapura dengan agenda study abroad di National University of Singapore, sebagai salah satu universitas terbaik dunia. Delegasi juga mengunjungi Marina Barrage guna mempelajari penerapan konsep pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan air dan pengendalian banjir. Selain itu, peserta turut melakukan observasi budaya sebagai bagian dari penguatan wawasan global.

Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan berlanjut di Kuala Lumpur, Malaysia. Delegasi mengunjungi Dataran Merdeka untuk mempelajari sejarah kota, sekaligus melaksanakan kampanye video dalam rangka Hari Bumi. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universiti Malaya serta audiensi di KBRI Kuala Lumpur. Delegasi juga berkesempatan mengunjungi ikon kota, seperti Petronas Twin Towers dan Batu Caves, sebagai bagian dari eksplorasi budaya.

Daratan Merdeka SG scaled

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari ketiga melalui International Conference yang melibatkan peserta dari tiga negara, sekaligus kompetisi Idea Innovation SDGs 13. Dalam kesempatan tersebut, Monika mempresentasikan inovasi pemanfaatan limbah makanan menjadi biochar sebagai solusi berkelanjutan dalam mengurangi emisi karbon dan mengelola sampah organik. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan, kebermanfaatan, serta potensi implementasi yang tinggi.

Atas capaian tersebut, Monika berhasil meraih penghargaan Best Project, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kualitas ide dan kontribusi yang diusung dalam forum internasional tersebut.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, serta diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi di tingkat global sesuai tagline FEBI UIN Salatiga Local Value Global Impact.

1777379267352 scaled e1777559045854

“Semoga pengalaman ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa UIN Salatiga untuk terus berkembang, berani berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkap Monika.

FEBI UIN Salatiga Gelar Pelepasan dan Pembekalan Wisudawan Periode April 2026

Salatiga, 24 April 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pelepasan dan Pembekalan Wisudawan dan Wisudawati Periode April 2026 pada Jumat (24/04) yang bertempat di Aula FEBI UIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 136 peserta yang telah dinyatakan lulus dalam yudisium sebelumnya.
‎Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Alumni FEBI di Era 5.0”, acara ini bertujuan untuk memberikan bekal tambahan kepada para lulusan sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian di masyarakat.

Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan lulusan agar lebih siap bersaing di dunia kerja. “Para wisudawan harus mampu mengintegrasikan ilmu yang telah diperoleh dengan nilai-nilai ekonomi dan bisnis Islam dalam praktik nyata di Masyarakat,” jelasnya.

20260424 184046

‎Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., turut menambahkan bahwa pembekalan ini diharapkan dapat memberikan arah dan motivasi bagi para lulusan dalam menentukan langkah ke depan, baik dalam dunia kerja maupun melanjutkan studi.

20260424 184050
20260424 184057


‎‎Dalam kegiatan ini, materi pembekalan disampaikan oleh Ibu Yeyen Novita, S.E., M.E., alumni UIN Salatiga sekaligus dosen Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan era Society 5.0, khususnya dalam hal adaptasi teknologi, peningkatan kompetensi, serta kemampuan membaca peluang di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

20260424 184102


‎‎Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pembekalan sebagai bekal awal dalam menapaki dunia profesional maupun berwirausaha.
‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era Society 5.0.

FEBI UIN Salatiga Gelar Pelatihan Jurnal, Dorong Akreditasi SINTA hingga Publikasi Global

SALATIGA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menggelar pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah pada 9 April 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas publikasi dan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan ini membekali dosen dan pengelola jurnal dengan strategi akreditasi SINTA serta peluang publikasi melalui konferensi internasional.

 

Kegiatan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan akreditasi jurnal ilmiah. Pada sesi pertama, Yoris Adi Maretta, M.Pd., selaku Asesor Jurnal Arjuna, menyampaikan materi mengenai strategi pemenuhan standar akreditasi jurnal nasional (SINTA). Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan jurnal.

 

“Akreditasi jurnal bukan hanya soal memenuhi dokumen administratif, tetapi juga tentang menjaga kualitas proses editorial secara berkelanjutan. Konsistensi adalah kunci utama,” ujar Yoris.

 

Ia juga menambahkan bahwa pengelola jurnal perlu memahami secara detail indikator penilaian SINTA agar dapat menyusun strategi pengembangan yang tepat dan terarah.

 

Picture1

 

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I., Editor Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi UNIMMA (Sinta 2), membahas strategi publikasi ilmiah bereputasi melalui konferensi internasional. Ia menjelaskan bahwa konferensi internasional dapat menjadi pintu masuk penting dalam meningkatkan visibilitas karya ilmiah.

 

“Konferensi internasional bukan hanya forum presentasi, tetapi juga peluang untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan peluang publikasi di jurnal bereputasi,” jelas Zulfikar.

 

Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari mekanisme submission, proses peer review, hingga strategi indeksasi jurnal. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola jurnal sebagai bagian dari ekosistem akademik yang berkelanjutan.

 

Picture2

 

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, terutama dalam aspek teknis dan manajerial pengelolaan jurnal. Selain itu, pelatihan ini juga menghasilkan rencana pengembangan jurnal menuju akreditasi nasional dan indeksasi internasional. Beberapa capaian penting meliputi peningkatan kualitas artikel, konsistensi proses editorial, serta optimalisasi penggunaan Open Journal System (OJS).

 

Meski demikian, evaluasi kegiatan menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, khususnya dalam implementasi teknis dan konsistensi penerapan standar editorial. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta koordinasi antar pengelola jurnal guna memastikan peningkatan mutu dapat berjalan secara konsisten.

 

Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan jurnal ilmiah. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, FEBI UIN Salatiga diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat luas.

 

Picture3 Picture4

Rapat Koordinasi LPM Perkuat Peran GJMF dalam Penjaminan Mutu FEBI

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga mengikuti rapat koordinasi yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Kamis, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang Diskusi Mutu LPM. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi dan fungsi Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) di tingkat fakultas sebagai garda terdepan implementasi sistem penjaminan mutu internal.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LPM dan dihadiri para Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas se-UIN Salatiga. Dari unsur FEBI, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu FEBI, Rifda Nabila, M.Si., bersama jajaran pimpinan mutu lainnya.

Dalam arahannya, Ketua LPM menegaskan bahwa Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas berkedudukan di fakultas masing-masing, dengan garis komando kepada LPM serta garis koordinasi dengan Dekan. Skema ini dirancang untuk memastikan kebijakan mutu universitas dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara efektif di tingkat fakultas, termasuk di FEBI. Dengan model tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara perumusan kebijakan mutu di tingkat universitas dan pelaksanaan teknis di fakultas.

WhatsApp Image 2026 02 21 at 03.29.32

Rapat ini juga menekankan pentingnya penguatan peran GJMF dalam penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) fakultas serta perangkat pendukung lainnya, seperti pedoman Audit Mutu Internal (AMI), Rencana Tindak Lanjut (RTL), dan instrumen evaluasi lainnya. Bagi FEBI, penguatan dokumen mutu ini menjadi langkah penting dalam memastikan tata kelola akademik yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Selain aspek dokumen, koordinasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali kewajiban pelaporan kinerja GJMF secara rutin, penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) setiap tahun, serta kesiapan fakultas dalam menghadapi proses akreditasi program studi. Pelibatan LPM dalam setiap tahapan akreditasi juga ditekankan agar standar dan indikator mutu dapat selaras dengan ketentuan lembaga akreditasi.

WhatsApp Image 2026 02 21 at 03.29.31 1

Melalui rapat koordinasi ini, FEBI UIN Salatiga menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Dengan struktur koordinasi yang lebih jelas dan peran GJMF yang semakin tegas, FEBI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan tata kelola kelembagaan demi kemajuan sivitas akademika.

Tingkatkan Kesiapan Mengajar di Era Kecerdasan Buatan, FEBI Gelar Rapat Koordinasi

WhatsApp Image 2026 02 14 at 17.02.56
WhatsApp Image 2026 02 14 at 17.02.57

FEBI UIN Salatiga Selenggarakan AICIEB 2025 Bertema Ketahanan Ekonomi di Era AI

Salatiga — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan The 6th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2025 pada Rabu, 26 November 2025 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring melalui Zoom Meeting.

Dengan mengusung tema “Economic Resilience and Business Agility in the AI Era”, AICIEB 2025 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu strategis ekonomi dan bisnis Islam di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.41.30 1

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin, M.Ag., serta dihadiri Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. Ketua Panitia AICIEB 2025, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya FEBI UIN Salatiga dalam memperkuat kontribusi akademik ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional dan internasional.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.43.57

AICIEB 2025 menghadirkan pembicara internasional dan nasional, yaitu Adnan Alfatiri, MSc.Fin (Fatoni University, Thailand), Prof. Dr. Gazi Md Nurul Islam (Universiti Tun Abdul Razak, Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Jawad Z. Salic, ShL, LPT (Mindanao State University, Filipina), serta Prof. Mochlasin, M.Ag. dari UIN Salatiga.

Turut hadir dalam acara ini, Kabiro UAPK dan civitas akademik UIN salatiga, perwakilan PTKIN se-Jawa Tengah, Mitra FEBI UIN Salatiga, perwakilan Pemerintah Kota Salatiga, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring dan kolaborasi akademik.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.41.30 2

AICIEB 2025 mendapat antusiasme tinggi dari peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta berkontribusi dalam menghadapi transformasi digital global.