SALATIGA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menggelar pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah pada 9 April 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas publikasi dan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan ini membekali dosen dan pengelola jurnal dengan strategi akreditasi SINTA serta peluang publikasi melalui konferensi internasional.
Kegiatan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan akreditasi jurnal ilmiah. Pada sesi pertama, Yoris Adi Maretta, M.Pd., selaku Asesor Jurnal Arjuna, menyampaikan materi mengenai strategi pemenuhan standar akreditasi jurnal nasional (SINTA). Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan jurnal.
“Akreditasi jurnal bukan hanya soal memenuhi dokumen administratif, tetapi juga tentang menjaga kualitas proses editorial secara berkelanjutan. Konsistensi adalah kunci utama,” ujar Yoris.
Ia juga menambahkan bahwa pengelola jurnal perlu memahami secara detail indikator penilaian SINTA agar dapat menyusun strategi pengembangan yang tepat dan terarah.

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I., Editor Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi UNIMMA (Sinta 2), membahas strategi publikasi ilmiah bereputasi melalui konferensi internasional. Ia menjelaskan bahwa konferensi internasional dapat menjadi pintu masuk penting dalam meningkatkan visibilitas karya ilmiah.
“Konferensi internasional bukan hanya forum presentasi, tetapi juga peluang untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan peluang publikasi di jurnal bereputasi,” jelas Zulfikar.
Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari mekanisme submission, proses peer review, hingga strategi indeksasi jurnal. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola jurnal sebagai bagian dari ekosistem akademik yang berkelanjutan.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, terutama dalam aspek teknis dan manajerial pengelolaan jurnal. Selain itu, pelatihan ini juga menghasilkan rencana pengembangan jurnal menuju akreditasi nasional dan indeksasi internasional. Beberapa capaian penting meliputi peningkatan kualitas artikel, konsistensi proses editorial, serta optimalisasi penggunaan Open Journal System (OJS).
Meski demikian, evaluasi kegiatan menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, khususnya dalam implementasi teknis dan konsistensi penerapan standar editorial. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta koordinasi antar pengelola jurnal guna memastikan peningkatan mutu dapat berjalan secara konsisten.
Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan jurnal ilmiah. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, FEBI UIN Salatiga diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat luas.
