Rapat Koordinasi LPM Perkuat Peran GJMF dalam Penjaminan Mutu FEBI

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga mengikuti rapat koordinasi yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) pada Kamis, 14 Februari 2026, bertempat di Ruang Diskusi Mutu LPM. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi dan fungsi Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) di tingkat fakultas sebagai garda terdepan implementasi sistem penjaminan mutu internal.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LPM dan dihadiri para Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas se-UIN Salatiga. Dari unsur FEBI, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu FEBI, Rifda Nabila, M.Si., bersama jajaran pimpinan mutu lainnya.

Dalam arahannya, Ketua LPM menegaskan bahwa Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas berkedudukan di fakultas masing-masing, dengan garis komando kepada LPM serta garis koordinasi dengan Dekan. Skema ini dirancang untuk memastikan kebijakan mutu universitas dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara efektif di tingkat fakultas, termasuk di FEBI. Dengan model tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara perumusan kebijakan mutu di tingkat universitas dan pelaksanaan teknis di fakultas.

WhatsApp Image 2026 02 21 at 03.29.32

Rapat ini juga menekankan pentingnya penguatan peran GJMF dalam penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) fakultas serta perangkat pendukung lainnya, seperti pedoman Audit Mutu Internal (AMI), Rencana Tindak Lanjut (RTL), dan instrumen evaluasi lainnya. Bagi FEBI, penguatan dokumen mutu ini menjadi langkah penting dalam memastikan tata kelola akademik yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Selain aspek dokumen, koordinasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali kewajiban pelaporan kinerja GJMF secara rutin, penyelenggaraan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) setiap tahun, serta kesiapan fakultas dalam menghadapi proses akreditasi program studi. Pelibatan LPM dalam setiap tahapan akreditasi juga ditekankan agar standar dan indikator mutu dapat selaras dengan ketentuan lembaga akreditasi.

WhatsApp Image 2026 02 21 at 03.29.31 1

Melalui rapat koordinasi ini, FEBI UIN Salatiga menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Dengan struktur koordinasi yang lebih jelas dan peran GJMF yang semakin tegas, FEBI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan tata kelola kelembagaan demi kemajuan sivitas akademika.

Senat Mahasiswa FEBI UIN Salatiga Gelar Public Hearing: Wujud Nyata Demokrasi Kampus dan Kedaulatan Mahasiswa

Senat Mahasiswa FEBI UIN Salatiga Gelar Seminar Public Hearing di Aula Gedung FEBI

Salatiga – Pada Rabu, 2 Oktober 2024, Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses menyelenggarakan seminar bertema “Public Hearing: Ruang Auditensi Publik sebagai Manifestasi Demokrasi dan Kedaulatan Mahasiswa”. Acara ini berlangsung di aula gedung FEBI lantai tiga dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan FEBI. Seminar ini bertujuan memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan fakultas dan menjadi sarana penyampaian aspirasi mahasiswa secara langsung kepada pihak pengelola fakultas.

public hearing 1

Ketua Senat Mahasiswa FEBI, Farah Nisa Adiba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keterbukaan dan transparansi di fakultas. Public hearing ini adalah wujud nyata demokrasi di lingkungan kampus. Melalui forum ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam menentukan arah kebijakan fakultas dan menyampaikan berbagai keluhan serta usulan mereka secara langsung. Kegiatan semacam ini harus rutin diadakan guna menjaga komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan fakultas.

Public Hearing 5

Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag. yang hadir sebagai pembicara utama, memberikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya forum diskusi publik sebagai wadah aspirasi mahasiswa. “Mahasiswa adalah elemen kunci dalam perjalanan fakultas ini. Melalui public hearing, kita bisa mendengarkan berbagai pandangan, ide, serta kritik yang membangun dari para mahasiswa. Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan yang disampaikan demi kemajuan bersama,” tegas Dr. Mochlasin, M.Ag

Public Hearing 2

Seminar ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan diskusi panel mengenai pentingnya auditensi publik dalam mewujudkan kedaulatan mahasiswa. Para pembicara menyoroti peran aktif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan transparan. Sesi kedua adalah sesi tanya jawab di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, seperti transparansi penggunaan anggaran kegiatan mahasiswa, fasilitas kampus, dan peningkatan layanan akademik.

Public Hearing 3

Diskusi berjalan dinamis dengan banyak mahasiswa berpartisipasi secara aktif dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan. Pihak fakultas, melalui perwakilan yang hadir, memberikan respons langsung terhadap berbagai aspirasi tersebut. Kesepakatan juga dicapai untuk melakukan perbaikan di beberapa sektor, terutama terkait fasilitas kampus dan kegiatan akademik.

Public Hearing 9

Acara ditutup dengan harapan bahwa kegiatan seperti public hearing ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat hubungan antara mahasiswa dan pihak fakultas. Melalui forum ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih demokratis bagi mahasiswanya, di mana suara mereka benar-benar didengar dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan.