Malaysia, 7 Juni 2026 – Sebanyak 10 mahasiswa dari lima program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengikuti program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia yang berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 8–22 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa melalui pengalaman akademik, sosial, dan budaya di tingkat internasional.
Peserta program berasal dari lima program studi, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, dan Bisnis Digital. Selama berada di Malaysia, para mahasiswa bergabung bersama delegasi internasional dari berbagai perguruan tinggi dan negara dalam serangkaian kegiatan akademik serta pengabdian masyarakat berskala internasional.
Program ini diikuti oleh peserta dari empat negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, dan India, yang terdiri atas mahasiswa, dosen pendamping, serta perwakilan institusi mitra. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut menciptakan lingkungan pembelajaran yang multikultural dan memperkuat jejaring internasional antarperguruan tinggi di kawasan Asia. Melalui interaksi lintas negara, para peserta memperoleh pengalaman berharga dalam memahami perbedaan budaya, sistem pendidikan, serta dinamika sosial masyarakat di masing-masing negara.
Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah International Community Service di wilayah Terengganu, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, edukasi, pelestarian budaya, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptasi dalam lingkungan global.
Pelaksanaan Heritage Student Mobility 2026 terselenggara melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) serta beberapa perguruan tinggi mitra lainnya yang memiliki komitmen dalam penguatan kolaborasi internasional, pengembangan akademik, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong pertukaran ide, inovasi, dan praktik terbaik antarnegara.
Selain kegiatan pengabdian masyarakat, para peserta juga mengikuti diskusi akademik, seminar internasional, cultural exchange, leadership training, serta kunjungan edukatif yang bertujuan memperluas wawasan mengenai perkembangan ekonomi, bisnis, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun perspektif global sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarbangsa.
Dekan FEBI menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti Heritage Student Mobility merupakan bagian dari upaya institusi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja, membangun jejaring profesional internasional, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional antarperguruan tinggi, sekaligus meningkatkan reputasi akademik institusi di tingkat regional maupun global. Melalui semangat kolaborasi, pengabdian, dan pertukaran pengetahuan, mahasiswa tidak hanya menjadi duta kampus, tetapi juga duta bangsa yang membawa nilai-nilai keilmuan, budaya, toleransi, dan persahabatan antarnegara.
“Building Global Competence, Strengthening International Collaboration, and Creating Meaningful Impact for Society.”













