Heritage Program 2024 di UiTM Malaysia, Dosen FEBI UIN Salatiga Paparkan Konsep Green Wasathiyah Economy

Salatiga – Kampus UiTM Terengganu, Malaysia menjadi tuan rumah Heritage Program 2024 yang berlangsung pada 2-15 September 2024 dengan tema “Cultivating Thoughts and Bridging Differences”. Acara ini diikuti oleh tiga perguruan tinggi, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga dari Indonesia, UiTM Malaysia, dan Gunma University Jepang.

Dalam program ini, tampil sebagai salah satu narasumber adalah Saifudin, M.E., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEBI UIN Salatiga, yang juga bertindak sebagai dosen pendamping untuk International Student Mobility dari FEBI. Dalam presentasinya, Saifudin memaparkan praktik terbaik yang diterapkan FEBI UIN Salatiga dalam mengimplementasikan green wasathiyah economy — konsep yang digagas dan dikampanyekan oleh Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag.

Selama dua tahun terakhir, FEBI UIN Salatiga telah berkomitmen mengarusutamakan prinsip-prinsip green wasathiyah economy di berbagai aspek kehidupan kampus. Hal ini mencakup pengelolaan energi dan sumber daya yang efisien, seperti penggunaan peralatan hemat energi, pengelolaan air, serta pemisahan limbah organik dan non-organik. Selain itu, FEBI juga mengadopsi desain infrastruktur ramah lingkungan dengan bahan bangunan berkelanjutan, ventilasi optimal, dan pencahayaan alami.

Saifudin juga menjelaskan bagaimana FEBI telah menyediakan taman, kolam, dan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas udara serta menciptakan lingkungan kampus yang mendukung interaksi antara mahasiswa dan alam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kampus yang selaras dengan prinsip green economy.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi UiTM, termasuk Prof. Dr. Mazidah Puteh, Acting Rector UiTM Cawangan Terengganu, serta beberapa wakil rektor dan kepala departemen. Hadir pula mahasiswa peserta student mobility dari FEBI UIN Salatiga dan universitas lainnya, yang menjadikan program ini platform penting untuk bertukar pikiran mengenai ekonomi berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi antarbudaya.

Melalui Heritage Program 2024, UiTM Terengganu berharap dapat memperkuat komitmen untuk mengintegrasikan praktik ramah lingkungan di seluruh institusi pendidikan tinggi, serta menjembatani perbedaan budaya dengan pendekatan yang berkelanjutan.

FEBI UIN Salatiga, Kirim 6 Mahasiswa ke Malaysia untuk Ikuti International Student Mobility Program 2024

Salatiga – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga mengirim enam mahasiswa terpilih untuk mengikuti International Student Mobility Batch 2 Program Heritage 2024 di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Terengganu, Malaysia. Program ini berlangsung dari 2 hingga 15 September 2024 dan melibatkan tiga perguruan tinggi dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua rektor pada 25 Juni 2024 di kampus UiTM Terengganu. International Student Mobility (ISM) bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di universitas luar negeri bagi mahasiswa, serta memperkaya pemahaman lintas budaya.

Mahasiswa yang terpilih untuk mewakili FEBI UIN Salatiga adalah Chandra Puspita (Akuntansi Syariah), Fikiy Nabila A.B.A. (Manajemen Bisnis Syariah), Yana Latifah Rahmah (Akuntansi Syariah), Salsabila Fitri M. (Manajemen Bisnis Syariah), Rafa Maulana Zhafir (Ekonomi Syariah), dan Ardiyan Rahma Permana (Perbankan Syariah). Mereka akan didampingi oleh Kaprodi Bisnis Digital, Saifudin, M.E.

Dalam sambutan pelepasan, Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag., mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang terpilih. Ia menekankan bahwa program ini merupakan amanah besar, karena biaya tiket pesawat telah ditanggung oleh lembaga. Dekan juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater selama program berlangsung.

“Manfaatkan kesempatan emas ini untuk belajar bahasa asing, memperluas jaringan internasional, berkolaborasi, dan memahami budaya lain,” ujar Dr. Mochlasin. Kegiatan dalam program ini meliputi Guest Lecture, Cultural Engagement Program, Effective Presentation Skill, dan Speaking from Industry, yang akan memberikan wawasan serta keterampilan baru bagi para peserta.

Dengan tema “Cultivating Thoughts, Bridging Differences” (Menumbuhkan Pikiran, Menjembatani Perbedaan), mahasiswa FEBI UIN Salatiga diharapkan dapat membawa pulang pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka, tetapi juga memperkuat kolaborasi internasional untuk masa depan yang lebih baik.

PBAK FEBI UIN Salatiga 2024 Resmi Dibuka dengan Pemotongan Tumpeng Nasi Kuning

SALATIGA, 21 Agustus 2024 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga membuka acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2024 pada hari ini di halaman Gedung KH Zubair Umar Al-Jaelani, Kampus 3 FEBI UIN Salatiga. Acara yang mengusung tema “Aktualisasi Ekonom Muda yang Moderat, Humanis, Kritis, melalui Keunggulan Akademis & Organisatoris” dihadiri oleh jajaran pengelola, dosen, dan karyawan FEBI, serta 779 mahasiswa baru dari lima program studi.

Pembukaan acara ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning sebagai simbol kemakmuran, diharapkan mampu menginspirasi para mahasiswa baru untuk menjadi pionir dalam memajukan kesejahteraan Indonesia. Setelah itu, ID-Card secara simbolis dikalungkan kepada dua perwakilan mahasiswa baru.

M. Yufa Ariefqi, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa yang juga penanggung jawab kegiatan, mengajak seluruh peserta untuk menjadi mahasiswa yang kritis terhadap fenomena sosial dengan pendekatan humanis dan moderat. Sementara itu, Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya niat yang baik dan ikhlas dalam menuntut ilmu, dengan harapan agar para mahasiswa diberikan kelancaran dalam proses belajar.

Setelah acara pembukaan, seluruh jajaran pengelola, dosen, dan karyawan FEBI diperkenalkan kepada para mahasiswa baru. Dengan resmi, PBAK 2024 FEBI UIN Salatiga pun dimulai, menyambut para mahasiswa baru untuk bergabung dalam lingkungan akademik yang penuh semangat. (AHK)

Dekan FEBI Hadiri Pembukaan PBAK UIN Salatiga dengan Tema Kebhinekaan dan Islam Wasathiyah

SALATIGA, 19 Agustus 2024 — Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar acara Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Auditorium Student Center pada Senin, 19 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta, termasuk 779 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Tema yang diangkat dalam PBAK tahun ini adalah “Merawat Kebhinekaan, Memperkokoh Islam Wasathiyah dalam Bingkai Ukhuwah Wathoniyah.”

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., membuka secara resmi acara tersebut dengan memberikan sambutan yang penuh semangat. “PBAK bukan sekadar orientasi, tetapi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan memahami pentingnya Islam Wasathiyah, yang moderat dan inklusif. Mari kita rawat keberagaman ini sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa,” ujar Prof. Zakiyuddin dalam sambutannya.

IMG20240819083243 1
oplus_262144

Selain Rektor, acara tersebut juga dihadiri oleh para pimpinan UIN Salatiga, termasuk Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag. Dalam komentarnya, Mochlasin menyampaikan harapannya terhadap para mahasiswa baru. “Mahasiswa FEBI diharapkan tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Saya percaya bahwa melalui PBAK ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademik dan sosial di kampus,” ungkapnya.

IMG20240819083350 1
oplus_262144

Pembukaan PBAK berlangsung dengan penuh antusiasme dari seluruh peserta, yang menunjukkan semangat untuk memulai perjalanan akademik mereka di UIN Salatiga dengan dasar kebhinekaan dan semangat ukhuwah yang kuat (AHK).

Inspiratif! Kunjungan Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Salatiga ke Ikatan Akuntan Indonesia

Surabaya, 23 Juli 2024 – Sebanyak 64 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah bersama 7 dosen pembimbing dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga mengunjungi Kantor Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Gedung II IAI Wilayah Jawa Timur, Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai profesi akuntansi, audit, konsultan, serta perkembangan akuntansi di era teknologi.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dr. Agus Susilo, M.M., MBA., AK., CA., QIA., IRCA., anggota Bidang Pengembangan, Pengabdian Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat IAI. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan mahasiswa FEBI UIN Salatiga. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan lebih luas mengenai peran IAI dalam pengembangan kompetensi, baik pengetahuan maupun keahlian, agar menjadi akuntan profesional,” ujar Dr. Agus.

Sambutan dari pihak FEBI UIN Salatiga disampaikan oleh Dr. Yudha Trishananto, S.Pd., MM., dosen pembimbing lapangan kegiatan ini. “Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami lebih dalam akuntansi, audit, konsultan, dan lain sebagainya,” ungkap Dr. Yudha.

Acara utama kunjungan ini adalah pemaparan materi oleh Dr. Agus Susilo yang berjudul “Ikatan Akuntan Indonesia, Profesi, dan Masa Depan Akuntansi”. Dalam pemaparannya, Dr. Agus menjelaskan sejarah IAI, jenis serta manfaat keanggotaan IAI, peran dan tanggung jawab anggota, visi dan misi IAI, struktur organisasi pengurus, IAI wilayah Jawa Timur, serta langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi perkembangan akuntansi di masa depan.

Selain pemaparan materi, terdapat juga sesi berbagi pengalaman dengan Anggota Muda IAI Wilayah Jawa Timur, yang dipimpin oleh Yehes dan Dian. Mereka menjelaskan sejarah IAI, kode etik, manfaat serta persyaratan menjadi Anggota Muda IAI, struktur pengurus, sejarah pengurus anggota muda, serta tujuan dan program kerja dari Anggota Muda IAI Jatim. Kunjungan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana mahasiswa antusias bertanya mengenai berbagai aspek yang berhubungan dengan IAI Jatim dan isu-isu terkini dalam bidang akuntansi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan menginspirasi mahasiswa FEBI UIN Salatiga dalam studi dan karir mereka di masa depan. Komitmen FEBI UIN Salatiga untuk memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri terus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. (AHK)

Wawasan Industri! 105 Mahasiswa Akuntansi Syariah Pelajari Proses Produksi di PT Yakult Indonesia Persada

Mojokerto, 22 Juli 2024 – Sebanyak 105 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan kunjungan industri ke PT Yakult Indonesia Persada, yang terletak di Kawasan Industri Mojokerto, Jawa Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari program akademik yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik-praktik akuntansi dan manajemen keuangan di industri manufaktur.

Rombongan mahasiswa yang didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, disambut hangat oleh pihak PT Yakult, termasuk oleh Manajer Keuangan Agus Santoso. Kunjungan dimulai dengan sesi presentasi yang menjelaskan profil perusahaan, proses produksi, serta strategi keuangan yang diterapkan di PT Yakult.

PT Yakult Indonesia Persada, bagian dari Yakult Honsha Co., Ltd. yang didirikan di Jepang pada tahun 1935, merupakan pionir dalam industri minuman probiotik. Produk unggulan mereka mengandung Lactobacillus casei Shirota strain, yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 1990, Yakult telah berkembang pesat dan menjadi salah satu merek minuman probiotik terkemuka di pasar.

Bagian Humas PT Yakult menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola biaya produksi, pengendalian kualitas, serta strategi pemasaran yang digunakan untuk mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin pasar. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengelola keuangan dan operasional mereka.

Setelah sesi presentasi, mahasiswa diajak berkeliling pabrik untuk melihat langsung proses produksi Yakult. Mereka menyaksikan bagaimana setiap tahap produksi dilakukan dengan standar higienis yang tinggi, mulai dari fermentasi, pengisian, hingga pengemasan produk. Mahasiswa sangat antusias melihat aplikasi teori yang telah mereka pelajari di kelas.

Proses produksi Yakult dimulai dari ruang kendali multi untuk pengujian dan pengendalian mutu bahan baku, dilanjutkan dengan ruang pembibitan untuk mengkulturkan bakteri LCS, dan ruang pelarutan untuk fermentasi selama tujuh hari. Proses berlanjut ke ruang pengkulturan bakteri dan ruang pencampuran, di mana botol-botol diproduksi dan diisi dengan Yakult sebelum melalui ruang pembotolan dan pengemasan. Produk akhir disimpan di ruang pendingin sebelum diuji laboratorium dan didistribusikan.

“Kunjungan industri seperti ini memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa tentang dunia kerja nyata, khususnya dalam bidang akuntansi dan keuangan. Mereka dapat melihat bagaimana teori-teori yang dipelajari di bangku kuliah diaplikasikan dalam operasional perusahaan sehari-hari,” ujar perwakilan Humas PT Yakult.

Seorang mahasiswa menyatakan kegembiraannya setelah mengikuti kunjungan ini. “Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai calon akuntan. Kami belajar banyak tentang praktik manajemen keuangan dan produksi, serta memahami pentingnya akuntansi dalam mendukung keputusan bisnis.”

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian cinderamata dari pihak PT Yakult kepada perwakilan FEBI UIN Salatiga. Pihak FEBI mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT Yakult di masa depan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan menginspirasi mahasiswa FEBI UIN Salatiga dalam studi dan karir mereka di masa depan. Komitmen FEBI UIN Salatiga untuk memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri terus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. (AHK)

Ceremonial Pelepasan Meriah! Mahasiswa Akuntansi Syariah Siap Jalani Kuliah Industri di Empat Instansi Ternama Berikut Ini.

Salatiga (22/07) – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Angkatan 2021 Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan Kuliah Industri (KI) pada 22-26 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di instansi terkait dan merupakan salah satu syarat wajib sebelum mengambil mata kuliah praktikum pengembangan profesi di semester selanjutnya.

Sebanyak 166 mahasiswa Akuntansi Syariah Angkatan 2021, didampingi oleh 16 dosen pendamping dan panitia, berpartisipasi dalam kunjungan industri ini. Sebelum keberangkatan, seluruh peserta mengikuti serangkaian acara ceremonial pelepasan yang diawali dengan pidato pembukaan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Qi Mangku Bahjatulloh, Lc., M.S.I., dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Saifudin, M.E.

Dalam kunjungan tersebut, beberapa institusi yang menjadi tujuan antara lain PT. Yakult Indonesia Persada Surabaya, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Timur, Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bali, serta PT. Cahaya Angga Dewata Bali. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami praktik akuntansi syariah di dunia industri secara langsung.

Selain kunjungan ke institusi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda refreshing yang memperkenalkan mahasiswa pada destinasi wisata terkenal di Surabaya dan Bali. Tempat-tempat yang dikunjungi meliputi sentra kerajinan kulit Tanggulangin Sidoarjo, Pantai Pandawa, Gala Dinner di Jimbaran, Pusat Oleh-Oleh Joger, dan Bedugul.

KI ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Salatiga untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan mereka. Dengan pengalaman langsung dari industri dan menikmati keindahan alam di Surabaya dan Bali, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan profesional mereka di masa depan.

Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan industri terkait. Kuliah Industri ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Akuntansi Syariah UIN Salatiga dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja. (AHK)

Prestasi Luar Biasa: Program Studi Manajemen Bisnis Syariah UIN Salatiga Gelar International Community Service

Jambu, Semarang – 19 Juli 2024 – Dalam suasana yang penuh semangat dan kolaborasi, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar kegiatan International Community Service yang bertempat di Batik Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menarik perhatian 40 peserta dari 16 negara, termasuk Thailand, India, Afghanistan, Vietnam, Pakistan, Gambia, Yaman, Myanmar, Sierra Leone, Ghana, Nigeria, Congo, Mali, Zambia, Malaysia, dan Indonesia.

Mengangkat tema “Enhancing Global Business Management Skills through Syariah Practices,” acara ini dirancang untuk memperkuat keterampilan manajemen bisnis global dengan penerapan prinsip-prinsip syariah. Dua pemateri utama yang hadir adalah Wiwin Sulistyowati, M.M., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, dan Abdul Kholiq Fauzi, pemilik Batik Gemawang.

IMG 1229 1

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Dr. Imanda Firmantyas Putri Pertiwi, M.Si., membuka acara dengan menekankan pentingnya integrasi prinsip syariah dalam manajemen bisnis global. “Penerapan prinsip syariah dalam manajemen bisnis tidak hanya memberikan keunggulan kompetitif tetapi juga memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam praktik bisnis. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para peserta untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam bisnis mereka,” ujar Dr. Imanda.

Marisa Fran Lina, M.Pd., Kepala Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga, menambahkan dengan semangat bahwa kerjasama internasional ini memperkaya pengetahuan dan memperluas jaringan. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kerjasama internasional yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas jaringan. Melalui program ini, kita dapat belajar dari satu sama lain dan tumbuh bersama dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif,” kata Marisa.

Wiwin Sulistyowati, M.M., dalam sesinya menyoroti pentingnya inovasi dan strategi pemasaran dalam pariwisata halal. “Pariwisata halal memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal. Dengan manajemen yang baik dan strategi pemasaran yang tepat, kita bisa menarik lebih banyak wisatawan internasional dan meningkatkan daya saing industri pariwisata,” jelas Wiwin.

IMG 1302 1

Tidak hanya teori, para peserta juga diajak untuk melihat langsung proses pembuatan batik dan mencoba membuat batik sendiri. Abdul Kholiq Fauzi, dengan penuh antusias, memandu mereka dalam praktik membatik, memberikan pengalaman budaya yang mendalam dan berkesan. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain mendapatkan wawasan tentang manajemen bisnis syariah, kami juga belajar tentang budaya lokal Indonesia melalui proses membatik. Ini sangat menginspirasi,” ungkap seorang peserta dari Vietnam.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Interaksi yang aktif dan pertukaran ide yang dinamis menjadi ciri khas acara ini. Ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan, kesuksesan kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi lebih banyak program serupa di masa depan. Program yang tidak hanya memberikan manfaat edukatif tetapi juga mempererat hubungan antarbudaya dan mendorong kemajuan UMKM melalui penerapan prinsip-prinsip syariah dalam manajemen bisnis. (AHK)

Program Studi Ekonomi Syariah UIN Salatiga Menggebrak Dunia Pariwisata dengan International Community Service

Jambu, Semarang – 18 Juli 2024 – Desa kecil Batik Gemawang berubah menjadi pusat inovasi dan pembelajaran internasional ketika 40 peserta dari 16 negara berkumpul untuk mengikuti kegiatan International Community Service yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Peserta dari berbagai negara seperti Thailand, India, Afghanistan, Vietnam, Pakistan, Gambia, Yaman, Myanmar, Sierra Leone, Ghana, Nigeria, Congo, Mali, Zambia, Malaysia, dan Indonesia bersemangat untuk menggali potensi pariwisata halal.

Dengan tema “Management Training to Increase the Value of Halal Tourism,” acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen kepada para pelaku UMKM, meningkatkan daya saing dan nilai pariwisata halal di kancah internasional. Wiwin Sulistyowati, M.M., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, dan Abdul Kholiq Fauzi, pemilik Batik Gemawang, memimpin sesi pelatihan dengan membagikan wawasan berharga dan pengalaman mereka.

IMG 1224 1

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Emy Widyastuti, M.E., membuka acara dengan penuh antusiasme. “Inovasi dan peningkatan kualitas dalam sektor pariwisata halal sangat penting. Pelatihan manajemen yang tepat dapat membantu UMKM bersaing di pasar global. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sukses,” ujar Emy.

Marisa Fran Lina, M.Pd., Kepala Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga, menambahkan dengan semangat bahwa kerjasama internasional ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tetapi juga membuka peluang baru. “Melalui pelatihan ini, kita dapat membangun jaringan yang kuat dan inovatif, mempersiapkan UMKM untuk bersaing di tingkat global,” katanya.

Wiwin Sulistyowati, M.M., menekankan pentingnya manajemen yang efektif dalam mengembangkan pariwisata halal. “Pariwisata halal memiliki potensi besar. Dengan manajemen yang baik, kita dapat meningkatkan nilai tambah dan menarik lebih banyak wisatawan internasional. Ini adalah peluang besar bagi UMKM untuk menunjukkan keunikan dan kualitas produk mereka,” tuturnya.

IMG 1254 1

Para peserta tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan batik dan mencoba membuat batik sendiri. Abdul Kholiq Fauzi dengan penuh antusias memandu praktik membatik, menambahkan pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi para peserta.

“Pengalaman ini sangat berharga. Kami mendapatkan pengetahuan tentang manajemen pariwisata halal dan belajar budaya Indonesia melalui batik. Ini sangat menginspirasi,” ujar seorang peserta dari Nigeria dengan penuh semangat.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada peserta dan pemateri, menandai akhir dari acara yang penuh semangat dan antusiasme tinggi. Keberhasilan acara ini diharapkan membuka jalan bagi program-program serupa di masa depan, memberikan manfaat edukatif, mempererat hubungan antarbudaya, dan mendorong kemajuan UMKM melalui pariwisata halal yang dikelola dengan baik. (AHK)

Program Studi Akuntansi Syariah UIN Salatiga Menggemparkan Dunia dengan International Community Service di Batik Gemawang

Jambu, Semarang – 17 Juli 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga berhasil menggelar kegiatan International Community Service yang berlangsung meriah di Batik Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Acara ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 16 negara, antara lain Thailand, India, Afghanistan, Vietnam, Pakistan, Gambia, Yaman, Myanmar, Sierra Leone, Ghana, Nigeria, Congo, Mali, Zambia, Malaysia, dan Indonesia.

Dengan tema “Pelatihan Pelaporan Keuangan untuk UMKM”, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan pelaporan keuangan yang komprehensif. Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Wiwin Sulistyowati, M.M., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, dan Abdul Kholiq Fauzi, pemilik Batik Gemawang.

IMG 1224 1

Rifda Nabila, M.Si., Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, membuka acara dengan penuh semangat dan menekankan pentingnya kolaborasi internasional. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru serta mempererat hubungan antarnegara melalui kerjasama dalam bidang ekonomi dan bisnis,” ujarnya.

Marisa Fran Lina, M.Pd., Kepala Pusat Kerjasama Internasional LP2M UIN Salatiga, juga menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan kerjasama internasional yang telah terjalin, sekaligus meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang akuntansi syariah,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wiwin Sulistyowati, M.M., mengungkapkan kebanggaannya terhadap inisiatif FEBI UIN Salatiga. “Pelaporan keuangan yang baik adalah kunci kesuksesan UMKM. Dengan pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih profesional dalam mengelola keuangan mereka,” tutur Wiwin.

Selain mendapatkan materi pelaporan keuangan, para peserta juga diajak untuk melihat langsung proses pembuatan batik dan mencoba teknik membatik yang dipandu oleh Abdul Kholiq Fauzi. Antusiasme peserta sangat tinggi, terutama saat mereka praktik langsung.

IMG 1254 1

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu tentang pelaporan keuangan, tetapi juga belajar budaya Indonesia melalui batik,” ujar seorang peserta dari India dengan antusias.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada peserta dan pemateri. Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kegiatan internasional serupa di masa mendatang, yang tidak hanya memberikan manfaat edukatif tetapi juga mempererat hubungan antarbudaya. (AHK)