Mahasiswa Bisnis Digital Berhasil Meraih Penghargaan Internasional Best Project Pada Kompetisi Idea Innovation SDGs 13

Salatiga, 25 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital semester 6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, Monika Rosalinda kembali mengharumkan nama institusi di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pemuda berdampak dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi delegasi dalam program International Youth Connection bertema “Special Earth Day Edition – Scaling SDG 13 through Indonesian Youth Innovation”, yang dilaksanakan di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Monika juga berhasil meraih penghargaan Best Project pada kompetisi Idea Innovation SDGs 13.

Marina Barrage scaled

Program ini merupakan forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk berkolaborasi dalam menjawab tantangan perubahan iklim, sejalan dengan agenda SDG 13. Rangkaian kegiatan meliputi study abroad, kunjungan ke berbagai institusi strategis, eksplorasi budaya, konferensi internasional, hingga kompetisi inovasi.

Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Singapura dengan agenda study abroad di National University of Singapore, sebagai salah satu universitas terbaik dunia. Delegasi juga mengunjungi Marina Barrage guna mempelajari penerapan konsep pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan air dan pengendalian banjir. Selain itu, peserta turut melakukan observasi budaya sebagai bagian dari penguatan wawasan global.

Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan berlanjut di Kuala Lumpur, Malaysia. Delegasi mengunjungi Dataran Merdeka untuk mempelajari sejarah kota, sekaligus melaksanakan kampanye video dalam rangka Hari Bumi. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universiti Malaya serta audiensi di KBRI Kuala Lumpur. Delegasi juga berkesempatan mengunjungi ikon kota, seperti Petronas Twin Towers dan Batu Caves, sebagai bagian dari eksplorasi budaya.

Daratan Merdeka SG scaled

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari ketiga melalui International Conference yang melibatkan peserta dari tiga negara, sekaligus kompetisi Idea Innovation SDGs 13. Dalam kesempatan tersebut, Monika mempresentasikan inovasi pemanfaatan limbah makanan menjadi biochar sebagai solusi berkelanjutan dalam mengurangi emisi karbon dan mengelola sampah organik. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan, kebermanfaatan, serta potensi implementasi yang tinggi.

Atas capaian tersebut, Monika berhasil meraih penghargaan Best Project, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kualitas ide dan kontribusi yang diusung dalam forum internasional tersebut.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, serta diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi di tingkat global sesuai tagline FEBI UIN Salatiga Local Value Global Impact.

1777379267352 scaled e1777559045854

“Semoga pengalaman ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa UIN Salatiga untuk terus berkembang, berani berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkap Monika.

FEBI UIN Salatiga Gelar Pelepasan dan Pembekalan Wisudawan Periode April 2026

Salatiga, 24 April 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pelepasan dan Pembekalan Wisudawan dan Wisudawati Periode April 2026 pada Jumat (24/04) yang bertempat di Aula FEBI UIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 136 peserta yang telah dinyatakan lulus dalam yudisium sebelumnya.
‎Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Alumni FEBI di Era 5.0”, acara ini bertujuan untuk memberikan bekal tambahan kepada para lulusan sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian di masyarakat.

Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam mempersiapkan lulusan agar lebih siap bersaing di dunia kerja. “Para wisudawan harus mampu mengintegrasikan ilmu yang telah diperoleh dengan nilai-nilai ekonomi dan bisnis Islam dalam praktik nyata di Masyarakat,” jelasnya.
‎

20260424 184046

‎Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FEBI, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., turut menambahkan bahwa pembekalan ini diharapkan dapat memberikan arah dan motivasi bagi para lulusan dalam menentukan langkah ke depan, baik dalam dunia kerja maupun melanjutkan studi.

20260424 184050
20260424 184057


‎‎Dalam kegiatan ini, materi pembekalan disampaikan oleh Ibu Yeyen Novita, S.E., M.E., alumni UIN Salatiga sekaligus dosen Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan era Society 5.0, khususnya dalam hal adaptasi teknologi, peningkatan kompetensi, serta kemampuan membaca peluang di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

20260424 184102


‎‎Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pembekalan sebagai bekal awal dalam menapaki dunia profesional maupun berwirausaha.
‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era Society 5.0.

FEBI UIN Salatiga Gelar Pelatihan Jurnal, Dorong Akreditasi SINTA hingga Publikasi Global

SALATIGA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menggelar pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah pada 9 April 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas publikasi dan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan ini membekali dosen dan pengelola jurnal dengan strategi akreditasi SINTA serta peluang publikasi melalui konferensi internasional.

 

Kegiatan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang pengelolaan dan akreditasi jurnal ilmiah. Pada sesi pertama, Yoris Adi Maretta, M.Pd., selaku Asesor Jurnal Arjuna, menyampaikan materi mengenai strategi pemenuhan standar akreditasi jurnal nasional (SINTA). Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan jurnal.

 

“Akreditasi jurnal bukan hanya soal memenuhi dokumen administratif, tetapi juga tentang menjaga kualitas proses editorial secara berkelanjutan. Konsistensi adalah kunci utama,” ujar Yoris.

 

Ia juga menambahkan bahwa pengelola jurnal perlu memahami secara detail indikator penilaian SINTA agar dapat menyusun strategi pengembangan yang tepat dan terarah.

 

Picture1

 

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I., Editor Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi UNIMMA (Sinta 2), membahas strategi publikasi ilmiah bereputasi melalui konferensi internasional. Ia menjelaskan bahwa konferensi internasional dapat menjadi pintu masuk penting dalam meningkatkan visibilitas karya ilmiah.

 

“Konferensi internasional bukan hanya forum presentasi, tetapi juga peluang untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan peluang publikasi di jurnal bereputasi,” jelas Zulfikar.

 

Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari mekanisme submission, proses peer review, hingga strategi indeksasi jurnal. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola jurnal sebagai bagian dari ekosistem akademik yang berkelanjutan.

 

Picture2

 

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, terutama dalam aspek teknis dan manajerial pengelolaan jurnal. Selain itu, pelatihan ini juga menghasilkan rencana pengembangan jurnal menuju akreditasi nasional dan indeksasi internasional. Beberapa capaian penting meliputi peningkatan kualitas artikel, konsistensi proses editorial, serta optimalisasi penggunaan Open Journal System (OJS).

 

Meski demikian, evaluasi kegiatan menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, khususnya dalam implementasi teknis dan konsistensi penerapan standar editorial. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta koordinasi antar pengelola jurnal guna memastikan peningkatan mutu dapat berjalan secara konsisten.

 

Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan jurnal ilmiah. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, FEBI UIN Salatiga diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat luas.

 

Picture3 Picture4

Senat Mahasiswa FEBI UIN Salatiga Gelar Public Hearing: Wujud Nyata Demokrasi Kampus dan Kedaulatan Mahasiswa

Senat Mahasiswa FEBI UIN Salatiga Gelar Seminar Public Hearing di Aula Gedung FEBI

Salatiga – Pada Rabu, 2 Oktober 2024, Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses menyelenggarakan seminar bertema “Public Hearing: Ruang Auditensi Publik sebagai Manifestasi Demokrasi dan Kedaulatan Mahasiswa”. Acara ini berlangsung di aula gedung FEBI lantai tiga dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan FEBI. Seminar ini bertujuan memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan fakultas dan menjadi sarana penyampaian aspirasi mahasiswa secara langsung kepada pihak pengelola fakultas.

public hearing 1

Ketua Senat Mahasiswa FEBI, Farah Nisa Adiba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keterbukaan dan transparansi di fakultas. Public hearing ini adalah wujud nyata demokrasi di lingkungan kampus. Melalui forum ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam menentukan arah kebijakan fakultas dan menyampaikan berbagai keluhan serta usulan mereka secara langsung. Kegiatan semacam ini harus rutin diadakan guna menjaga komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan fakultas.

Public Hearing 5

Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag. yang hadir sebagai pembicara utama, memberikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya forum diskusi publik sebagai wadah aspirasi mahasiswa. “Mahasiswa adalah elemen kunci dalam perjalanan fakultas ini. Melalui public hearing, kita bisa mendengarkan berbagai pandangan, ide, serta kritik yang membangun dari para mahasiswa. Kami sangat terbuka terhadap setiap masukan yang disampaikan demi kemajuan bersama,” tegas Dr. Mochlasin, M.Ag

Public Hearing 2

Seminar ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan diskusi panel mengenai pentingnya auditensi publik dalam mewujudkan kedaulatan mahasiswa. Para pembicara menyoroti peran aktif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan transparan. Sesi kedua adalah sesi tanya jawab di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, seperti transparansi penggunaan anggaran kegiatan mahasiswa, fasilitas kampus, dan peningkatan layanan akademik.

Public Hearing 3

Diskusi berjalan dinamis dengan banyak mahasiswa berpartisipasi secara aktif dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan. Pihak fakultas, melalui perwakilan yang hadir, memberikan respons langsung terhadap berbagai aspirasi tersebut. Kesepakatan juga dicapai untuk melakukan perbaikan di beberapa sektor, terutama terkait fasilitas kampus dan kegiatan akademik.

Public Hearing 9

Acara ditutup dengan harapan bahwa kegiatan seperti public hearing ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat hubungan antara mahasiswa dan pihak fakultas. Melalui forum ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih demokratis bagi mahasiswanya, di mana suara mereka benar-benar didengar dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan.

FEBI UIN Salatiga Hadiri Kongres ISEI 2024: Presiden Jokowi Peringatkan Ancaman Resesi Global

(Surakarta) – Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 2024 sukses diselenggarakan di Hotel Alila Surakarta pada 19-20 September 2024, dengan kehadiran Presiden RI, Ir. Joko Widodo, yang membuka acara secara langsung. Presiden Jokowi didampingi Ketua Panitia Anggito Abimanyu, Ph.D., dan Ketua Umum ISEI, Perry Warjiyo, Ph.D.


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga turut berpartisipasi dalam kongres ini dengan mengirimkan delegasi dari CESDEP (Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan). Keikutsertaan delegasi FEBI bertujuan memperluas jejaring serta memperoleh wawasan terbaru tentang perkembangan ekonomi nasional dari para pemimpin dan pemangku kebijakan utama.


Dekan FEBI UIN Salatiga, Dr. Mochlasin, M.Ag., mencatat beberapa poin penting dari sambutan Presiden Jokowi. “Presiden mengingatkan bahwa Indonesia harus bersiap menghadapi resesi ekonomi global, yang sudah membuat 96 negara menjadi pasien IMF. Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan hilangnya 85 juta pekerjaan pada tahun 2025, sementara Indonesia di sisi lain memiliki bonus demografi,” paparnya.


Presiden Jokowi juga menguraikan tiga penyebab utama resesi global, yakni perlambatan ekonomi dunia, automatisasi di dunia kerja, dan meningkatnya preferensi perusahaan terhadap pekerja freelance demi mengurangi risiko.


Selain kongres, acara ini juga menghadirkan Seminar Nasional bertema “Peran ISEI dalam Memperkuat Fondasi Transformasi Ekonomi dan Tata Kelola Kebijakan Publik yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Seminar ini menampilkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Kartika Wiroatmodjo (Wamen BUMN), Prof. Eko Prasojo (Ahli Kebijakan Publik UI), dan Shinta W. Kamdani (Ketua Umum Apindo).


Dr. Mochlasin sependapat dengan pandangan Prof. Eko, yang menekankan pentingnya Indonesia tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Prof. Eko menyarankan empat reformasi penting yang harus dilakukan: reformasi institusi, budaya, sumber daya manusia, dan transformasi teknologi.

Kongres ini memberikan wawasan strategis bagi FEBI UIN Salatiga dalam mendukung upaya transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

FEBI UIN Salatiga dan Telkomsel Jalin Kerjasama Strategis untuk Tingkatkan Literasi Digital dan Fasilitas Pembelajaran

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pembelajaran serta mendukung literasi digital mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga resmi menjalin kerja sama dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Penandatanganan naskah kerja sama ini dilakukan pada Rabu (18/09/2024) kemarin, di sela perhelatan The 5th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2024 yang berlangsung di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga.

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Dekan FEBI UIN Salatiga, Dr. Mochlasin, M.Ag., yang didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, serta Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan. Sementara dari pihak Telkomsel, penandatanganan dilakukan oleh Nusa Prasetya, Manager Mobile Consumer Branch Semarang.

Dalam kesepakatan tersebut, Telkomsel akan menyediakan 500 kartu paket data By.U sebesar 7GB + 2GB dengan nilai total Rp. 10 juta, serta mendukung tambahan kartu paket data dengan harga khusus Rp. 5.000. Selain itu, Telkomsel akan memberikan kontribusi dalam bentuk sarana pendukung berupa AC untuk salah satu ruang kelas di FEBI UIN Salatiga sebagai bagian dari classroom branding.

Dr. Mochlasin menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan yang diberikan. “Telkomsel menjadi mitra keempat yang berpartisipasi dalam classroom branding di FEBI UIN Salatiga, setelah Islamic Insurance Society (IIS), Bank Indonesia, dan Bank Jateng Syariah,” jelas Mochlasin.

Classroom branding sendiri merupakan inisiatif di mana perusahaan diperbolehkan memasang logo dan melakukan promosi atau literasi produk di ruang kelas, dengan syarat harus menciptakan kenyamanan bagi mahasiswa, seperti melengkapi ruangan dengan AC dan fasilitas pendukung lainnya.

Dengan adanya kerja sama ini, FEBI UIN Salatiga berharap dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif. “Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi mahasiswa serta pihak terkait,” tutup Dr. Mochlasin. (MSA)

FEBI UIN Salatiga Resmi Gelar AICIEB 2024, Menggabungkan ESG dan Prinsip Halal dalam Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Salatiga, 18 september 2024-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga kembali dengan bangga menyelenggarakan The 5th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2024 pada hari ini, Rabu (18/09/2024), bertempat di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pengelola, panitia, dan para mitra, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Mochlasin, M.Ag., Dekan FEBI UIN Salatiga, dalam sambutan pembukaannya.

“Tentu, penyelenggaraan AICIEB secara konsisten bukanlah hal mudah. Kolaborasi antara pengelola, panitia, dan mitra menjadi kunci utama suksesnya acara ini,” ujar Dr. Mochlasin.

Konferensi tahun ini mengusung tema “Aligning ESG with Halal Principles to Realize Green Economy for Sustainable Development in the Era of Society 5.0”. Tema tersebut mengarahkan diskusi pada penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) yang sesuai dengan prinsip halal untuk mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Menurut Dr. Mochlasin, tema ini sekaligus mempertegas posisi FEBI UIN Salatiga sebagai Fakultas Spiritual Economics dan Green Wasathiyah Economy.

Dalam konferensi ini, beberapa narasumber terkemuka turut berpartisipasi, termasuk Slamet Sulistiono, Kepala Divisi Syariah Bank Jateng, dan perwakilan dari berbagai universitas internasional seperti UiTM Malaysia, Mindanao State University Filipina, Fatoni University Thailand, University of Engineering & Technology (UET) Taxila Pakistan, dan Universitas Airlangga (UNAIR) Indonesia. Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., dosen FEBI UIN Salatiga, juga turut memberikan sumbangsihnya dalam acara ini.

Dr. Mochlasin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan AICIEB 2024, termasuk Rektor, Pengelola FEBI, Panitia, dan seluruh civitas akademika FEBI UIN Salatiga. Dukungan sponsor dari Bank Jateng Syariah, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah, Bank Syariah Indonesia (BSI), BMT FAST, dan beberapa mitra lainnya juga turut menjadikan acara ini sukses terselenggara.

Keunikan AICIEB 2024 tidak hanya terletak pada kehadiran narasumber dari lima negara, tetapi juga partisipasi peserta internasional dari Uganda, Yaman, Mali, dan Indonesia. Selain itu, konferensi ini diadakan dalam suasana budaya Jawa, mengusung semangat “think globally, act locally.”

“Semoga perhelatan ini berjalan lancar, sukses, dan berkah,” pungkas Dr. Mochlasin, M.Ag.

FEBI UIN Salatiga Gelar AICIEB 2024: Kolaborasi ESG dan Prinsip Halal Wujudkan Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga akan kembali menyelenggarakan The 5th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2024 pada Rabu, 18 September 2024 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Konferensi ini mengangkat tema “Aligning ESG with Halal Principles to Realize Green Economy for Sustainable Development in the Era of Society 5.0”, yang menegaskan peran FEBI UIN Salatiga sebagai Fakultas Spiritual Economics dan Green Wasathiyah Economy.

Dr. Mochlasin, M.Ag., Dekan FEBI UIN Salatiga, menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan membahas penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) yang sesuai dengan prinsip halal, guna mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan di era Society 5.0. “Konferensi ini adalah ajang diskusi internasional bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas kontribusi ekonomi Islam dalam menghadapi tantangan global terkait keberlanjutan dan inovasi hijau,” ujar Mochlasin.

Konferensi ini akan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., Rektor UIN Salatiga, dengan sambutan pembuka dari Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag. Keynote speech akan disampaikan oleh Slamet Sulistiono, Kepala Divisi Syariah Bank Jateng.

AICIEB 2024 akan menghadirkan narasumber dari lima negara, yaitu Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Mindanao State University Filipina, Fatoni University Thailand, University of Engineering & Technology (UET) Taxila Pakistan, dan Universitas Airlangga (UNAIR) Indonesia. Para dekan PTN se-Jawa Tengah dan DIY, dosen ekonomi Islam dan konvensional, serta berbagai pihak terkait dari sektor pemerintahan, BUMN, hingga pengusaha dan mahasiswa dari berbagai program studi akan turut hadir sebagai peserta.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Rektor, Dekan, Panitia, serta seluruh civitas akademika FEBI UIN Salatiga. Sponsor utama adalah Bank Jateng Syariah, dengan sponsor pendukung dari Bank Syariah Indonesia (BSI), BMT FAST, Prenada Media, dan lainnya. Uniknya, AICIEB tahun ini akan menghadirkan narasumber dan peserta internasional dari Uganda, Yaman, dan Mali, yang dipadukan dengan suasana budaya lokal Jawa, sebagai wujud kolaborasi global dengan pendekatan lokal.

“Semoga perhelatan tahunan ini dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah,” tutup Mochlasin. ***

Heritage Program 2024 di UiTM Malaysia, Dosen FEBI UIN Salatiga Paparkan Konsep Green Wasathiyah Economy

Salatiga – Kampus UiTM Terengganu, Malaysia menjadi tuan rumah Heritage Program 2024 yang berlangsung pada 2-15 September 2024 dengan tema “Cultivating Thoughts and Bridging Differences”. Acara ini diikuti oleh tiga perguruan tinggi, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga dari Indonesia, UiTM Malaysia, dan Gunma University Jepang.

Dalam program ini, tampil sebagai salah satu narasumber adalah Saifudin, M.E., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEBI UIN Salatiga, yang juga bertindak sebagai dosen pendamping untuk International Student Mobility dari FEBI. Dalam presentasinya, Saifudin memaparkan praktik terbaik yang diterapkan FEBI UIN Salatiga dalam mengimplementasikan green wasathiyah economy — konsep yang digagas dan dikampanyekan oleh Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag.

Selama dua tahun terakhir, FEBI UIN Salatiga telah berkomitmen mengarusutamakan prinsip-prinsip green wasathiyah economy di berbagai aspek kehidupan kampus. Hal ini mencakup pengelolaan energi dan sumber daya yang efisien, seperti penggunaan peralatan hemat energi, pengelolaan air, serta pemisahan limbah organik dan non-organik. Selain itu, FEBI juga mengadopsi desain infrastruktur ramah lingkungan dengan bahan bangunan berkelanjutan, ventilasi optimal, dan pencahayaan alami.

Saifudin juga menjelaskan bagaimana FEBI telah menyediakan taman, kolam, dan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas udara serta menciptakan lingkungan kampus yang mendukung interaksi antara mahasiswa dan alam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kampus yang selaras dengan prinsip green economy.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi UiTM, termasuk Prof. Dr. Mazidah Puteh, Acting Rector UiTM Cawangan Terengganu, serta beberapa wakil rektor dan kepala departemen. Hadir pula mahasiswa peserta student mobility dari FEBI UIN Salatiga dan universitas lainnya, yang menjadikan program ini platform penting untuk bertukar pikiran mengenai ekonomi berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi antarbudaya.

Melalui Heritage Program 2024, UiTM Terengganu berharap dapat memperkuat komitmen untuk mengintegrasikan praktik ramah lingkungan di seluruh institusi pendidikan tinggi, serta menjembatani perbedaan budaya dengan pendekatan yang berkelanjutan.