Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia: Mahasiswa FEBI Perluas Wawasan Global Melalui International Community Service

Malaysia, 7 Juni 2026 – Sebanyak 10 mahasiswa dari lima program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengikuti program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia yang berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 8–22 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa melalui pengalaman akademik, sosial, dan budaya di tingkat internasional.

Peserta program berasal dari lima program studi, yaitu Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, dan Bisnis Digital. Selama berada di Malaysia, para mahasiswa bergabung bersama delegasi internasional dari berbagai perguruan tinggi dan negara dalam serangkaian kegiatan akademik serta pengabdian masyarakat berskala internasional.

Program ini diikuti oleh peserta dari empat negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, dan India, yang terdiri atas mahasiswa, dosen pendamping, serta perwakilan institusi mitra. Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut menciptakan lingkungan pembelajaran yang multikultural dan memperkuat jejaring internasional antarperguruan tinggi di kawasan Asia. Melalui interaksi lintas negara, para peserta memperoleh pengalaman berharga dalam memahami perbedaan budaya, sistem pendidikan, serta dinamika sosial masyarakat di masing-masing negara.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah International Community Service di wilayah Terengganu, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, edukasi, pelestarian budaya, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptasi dalam lingkungan global.

Pelaksanaan Heritage Student Mobility 2026 terselenggara melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) serta beberapa perguruan tinggi mitra lainnya yang memiliki komitmen dalam penguatan kolaborasi internasional, pengembangan akademik, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong pertukaran ide, inovasi, dan praktik terbaik antarnegara.

Selain kegiatan pengabdian masyarakat, para peserta juga mengikuti diskusi akademik, seminar internasional, cultural exchange, leadership training, serta kunjungan edukatif yang bertujuan memperluas wawasan mengenai perkembangan ekonomi, bisnis, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun perspektif global sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarbangsa.

Dekan FEBI menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti Heritage Student Mobility merupakan bagian dari upaya institusi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. Pengalaman internasional yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja, membangun jejaring profesional internasional, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Program Heritage Student Mobility 2026 Goes to Malaysia diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional antarperguruan tinggi, sekaligus meningkatkan reputasi akademik institusi di tingkat regional maupun global. Melalui semangat kolaborasi, pengabdian, dan pertukaran pengetahuan, mahasiswa tidak hanya menjadi duta kampus, tetapi juga duta bangsa yang membawa nilai-nilai keilmuan, budaya, toleransi, dan persahabatan antarnegara.
“Building Global Competence, Strengthening International Collaboration, and Creating Meaningful Impact for Society.”

Capture2

Mahasiswa Bisnis Digital Berhasil Meraih Penghargaan Internasional Best Project Pada Kompetisi Idea Innovation SDGs 13

Salatiga, 25 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital semester 6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, Monika Rosalinda kembali mengharumkan nama institusi di tingkat internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pemuda berdampak dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi delegasi dalam program International Youth Connection bertema “Special Earth Day Edition – Scaling SDG 13 through Indonesian Youth Innovation”, yang dilaksanakan di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, Monika juga berhasil meraih penghargaan Best Project pada kompetisi Idea Innovation SDGs 13.

Marina Barrage scaled

Program ini merupakan forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk berkolaborasi dalam menjawab tantangan perubahan iklim, sejalan dengan agenda SDG 13. Rangkaian kegiatan meliputi study abroad, kunjungan ke berbagai institusi strategis, eksplorasi budaya, konferensi internasional, hingga kompetisi inovasi.

Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Singapura dengan agenda study abroad di National University of Singapore, sebagai salah satu universitas terbaik dunia. Delegasi juga mengunjungi Marina Barrage guna mempelajari penerapan konsep pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan air dan pengendalian banjir. Selain itu, peserta turut melakukan observasi budaya sebagai bagian dari penguatan wawasan global.

Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan berlanjut di Kuala Lumpur, Malaysia. Delegasi mengunjungi Dataran Merdeka untuk mempelajari sejarah kota, sekaligus melaksanakan kampanye video dalam rangka Hari Bumi. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universiti Malaya serta audiensi di KBRI Kuala Lumpur. Delegasi juga berkesempatan mengunjungi ikon kota, seperti Petronas Twin Towers dan Batu Caves, sebagai bagian dari eksplorasi budaya.

Daratan Merdeka SG scaled

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari ketiga melalui International Conference yang melibatkan peserta dari tiga negara, sekaligus kompetisi Idea Innovation SDGs 13. Dalam kesempatan tersebut, Monika mempresentasikan inovasi pemanfaatan limbah makanan menjadi biochar sebagai solusi berkelanjutan dalam mengurangi emisi karbon dan mengelola sampah organik. Inovasi ini dinilai memiliki nilai kebaruan, kebermanfaatan, serta potensi implementasi yang tinggi.

Atas capaian tersebut, Monika berhasil meraih penghargaan Best Project, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kualitas ide dan kontribusi yang diusung dalam forum internasional tersebut.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga, serta diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi di tingkat global sesuai tagline FEBI UIN Salatiga Local Value Global Impact.

1777379267352 scaled e1777559045854

“Semoga pengalaman ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa UIN Salatiga untuk terus berkembang, berani berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkap Monika.

FEBI UIN Salatiga Selenggarakan AICIEB 2025 Bertema Ketahanan Ekonomi di Era AI

Salatiga — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan The 6th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2025 pada Rabu, 26 November 2025 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring melalui Zoom Meeting.

Dengan mengusung tema “Economic Resilience and Business Agility in the AI Era”, AICIEB 2025 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas isu strategis ekonomi dan bisnis Islam di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.41.30 1

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin, M.Ag., serta dihadiri Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. Ketua Panitia AICIEB 2025, Dr. Fetria Eka Yudiana, M.Si., menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya FEBI UIN Salatiga dalam memperkuat kontribusi akademik ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional dan internasional.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.43.57

AICIEB 2025 menghadirkan pembicara internasional dan nasional, yaitu Adnan Alfatiri, MSc.Fin (Fatoni University, Thailand), Prof. Dr. Gazi Md Nurul Islam (Universiti Tun Abdul Razak, Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Jawad Z. Salic, ShL, LPT (Mindanao State University, Filipina), serta Prof. Mochlasin, M.Ag. dari UIN Salatiga.

Turut hadir dalam acara ini, Kabiro UAPK dan civitas akademik UIN salatiga, perwakilan PTKIN se-Jawa Tengah, Mitra FEBI UIN Salatiga, perwakilan Pemerintah Kota Salatiga, serta unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring dan kolaborasi akademik.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 14.41.30 2

AICIEB 2025 mendapat antusiasme tinggi dari peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Salatiga diharapkan terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam serta berkontribusi dalam menghadapi transformasi digital global.

Membawa Cahaya Halal Indonesia ke Negeri Piramida: Prof. Dr. Mochlasin Sukses Gaungkan Industri Halal di Mesir

Mesir – Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Islam Negeri Salatiga. Prof. Dr. Mochlasin, M.Ag., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga, sukses melaksanakan pengabdian internasional bertema “Industri Halal di Indonesia” di hadapan para mahasiswa Al-Azhar Mesir, 17–19 Februari 2025.

Sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Al-Azhar, termasuk Program Magister Hadits, serta Program Sarjana Syariah, Ushuludin, Ekonomi, Lughah Arabiyah, dan Dirosah Islamiyah, turut menjadi peserta dalam kegiatan istimewa ini. Selama tiga hari penuh, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai pesatnya pertumbuhan industri halal di Indonesia — mulai dari sektor makanan, fashion, kosmetik, hingga keuangan syariah.

Dalam pengabdiannya, Prof. Mochlasin tidak hanya memperkenalkan kemajuan industri halal Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global, tetapi juga membangun jembatan intelektual antara dua bangsa, mempererat ukhuwah ilmiah antarnegara.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi manfaat yang luas bagi para mahasiswa Al-Azhar,” ungkap Prof. Mochlasin penuh syukur.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kiprah UIN Salatiga dalam membumikan nilai-nilai Islam moderat dan memperluas jejaring akademik internasional, khususnya di negara yang menjadi pusat studi Islam dunia, Mesir.

Dengan semangat membawa wajah positif Indonesia di kancah dunia, Prof. Mochlasin membuktikan bahwa kontribusi akademisi Indonesia mampu menembus batas-batas geografis dan memberikan inspirasi global tentang pentingnya industri halal dalam membangun peradaban. (AHK)


Mahasiswa dan Dosen FEBI UIN Salatiga Ikuti Beach Clean Up di Malaysia, Wujud Kolaborasi Internasional Jaga Lingkungan

Malaysia, 13 September 2024 – Sampah non-organik yang sulit terurai menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, Indonesia menghasilkan 21,1 juta ton sampah, dengan 34,29% (7,2 juta ton) belum dikelola dengan baik. Masalah sampah ini memerlukan kolaborasi global untuk mencari solusi efektif.


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga merespons tantangan ini dengan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian lingkungan bertajuk Beach Clean Up, yang merupakan rangkaian dari International Heritage Program 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Terengganu, Malaysia, di Pantai Teluk Bidara pada 13 September 2024, bekerja sama dengan komunitas lokal, Geng Plastik Ija (GPI). Pengabdian ini melibatkan 98 peserta dari tiga negara yang berfokus pada membersihkan pantai dan mengedukasi masyarakat mengenai dampak sampah plastik terhadap ekosistem.


Mahasiswa FEBI UIN Salatiga yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari enam orang perwakilan dari berbagai program studi, yaitu Salsabila Fitri, Rafa Maulana Zhafir, Ardiyan Rahma Permana, Chandra Puspita, Fikiy Nabila, dan Yana Latifah Rahmah. Mereka didampingi oleh dua dosen, Agung Guritno dan Rifda Nabila.


Kegiatan Beach Clean Up memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa, termasuk Nabila yang menyatakan kebanggaannya dapat terlibat dalam kolaborasi internasional demi menjaga kebersihan pantai. “Melihat pantai menjadi bersih setelah bekerja dengan tim memberikan kepuasan tersendiri,” ungkapnya.


Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mengatasi masalah lingkungan global seperti sampah plastik. Para mahasiswa merasa bangga bisa turut serta dalam upaya global ini dan berharap pengalaman yang mereka dapatkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan.

FEBI UIN Salatiga Gelar AICIEB 2024: Kolaborasi ESG dan Prinsip Halal Wujudkan Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga akan kembali menyelenggarakan The 5th Annual International Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB) 2024 pada Rabu, 18 September 2024 di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga. Konferensi ini mengangkat tema “Aligning ESG with Halal Principles to Realize Green Economy for Sustainable Development in the Era of Society 5.0”, yang menegaskan peran FEBI UIN Salatiga sebagai Fakultas Spiritual Economics dan Green Wasathiyah Economy.

Dr. Mochlasin, M.Ag., Dekan FEBI UIN Salatiga, menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan membahas penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) yang sesuai dengan prinsip halal, guna mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan di era Society 5.0. “Konferensi ini adalah ajang diskusi internasional bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas kontribusi ekonomi Islam dalam menghadapi tantangan global terkait keberlanjutan dan inovasi hijau,” ujar Mochlasin.

Konferensi ini akan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., Rektor UIN Salatiga, dengan sambutan pembuka dari Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag. Keynote speech akan disampaikan oleh Slamet Sulistiono, Kepala Divisi Syariah Bank Jateng.

AICIEB 2024 akan menghadirkan narasumber dari lima negara, yaitu Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Mindanao State University Filipina, Fatoni University Thailand, University of Engineering & Technology (UET) Taxila Pakistan, dan Universitas Airlangga (UNAIR) Indonesia. Para dekan PTN se-Jawa Tengah dan DIY, dosen ekonomi Islam dan konvensional, serta berbagai pihak terkait dari sektor pemerintahan, BUMN, hingga pengusaha dan mahasiswa dari berbagai program studi akan turut hadir sebagai peserta.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Rektor, Dekan, Panitia, serta seluruh civitas akademika FEBI UIN Salatiga. Sponsor utama adalah Bank Jateng Syariah, dengan sponsor pendukung dari Bank Syariah Indonesia (BSI), BMT FAST, Prenada Media, dan lainnya. Uniknya, AICIEB tahun ini akan menghadirkan narasumber dan peserta internasional dari Uganda, Yaman, dan Mali, yang dipadukan dengan suasana budaya lokal Jawa, sebagai wujud kolaborasi global dengan pendekatan lokal.

“Semoga perhelatan tahunan ini dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah,” tutup Mochlasin. ***

Mahasiswa FEBI UIN Salatiga Ikuti Heritage 2024 di Malaysia, Libatkan Dosen dan Kegiatan Budaya

International Student Mobility (ISM) adalah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman dan belajar langsung di universitas luar negeri yang telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU). Pada tahun 2024, program ini dinamakan Heritage 2024, yang berlangsung selama dua minggu dari 2 hingga 15 September 2024 dengan tema “Cultivating Thoughts, Bridging Differences“ (Menumbuhkan Pikiran, Menjembatani Perbedaan).

Program ini diikuti oleh perguruan tinggi dari tiga negara, yaitu FEBI UIN Salatiga Indonesia, UiTM Malaysia, dan Gunma University Jepang. Peserta Heritage 2024 dari FEBI UIN Salatiga dipilih melalui seleksi ketat, termasuk Salsabila Fitri M (Manajemen Bisnis Syariah), Rafa Maulana Zhafir (Ekonomi Syariah), Ardiyan Rahma Permana (Perbankan Syariah), Chandra Puspita (Akuntansi Syariah), Fikiy Nabila A.B.A (Manajemen Bisnis Syariah), dan Yana Latifah Rahmah (Akuntansi Syariah). Selain mahasiswa, tiga dosen yaitu Abdul Aziz NP, Agung Guritno, dan Rifda Nabila dijadwalkan akan menyusul pada minggu kedua untuk mendampingi serta menjemput para peserta.

Pada minggu pertama, peserta ISM FEBI telah mengikuti sejumlah kegiatan budaya dan edukasi. Pada hari pertama (4 September 2024), mereka terlibat dalam Cultural Engagement Program yang melibatkan presentasi dan pameran tentang budaya Indonesia kepada siswa SMA di Malaysia. Selain itu, mereka juga mengikuti sesi meet and greet bersama rektor UiTM dan mengunjungi masjid terapung.

Hari kedua diisi dengan aktivitas outdoor, di mana peserta melakukan trip ke Pulau Kapas untuk snorkeling serta mencoba street food khas Malaysia di Nostalgia Jalan Ampas Tok Jembal. Kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus memperkenalkan keanekaragaman kuliner setempat.

Saifudin, M.E., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEBI UIN Salatiga, diberi tugas oleh Dekan FEBI, Dr. Mochlasin, M.Ag., untuk mendampingi mahasiswa selama minggu pertama program ini. Dalam kegiatan hari ketiga, peserta ISM mengunjungi industri pembuatan keropok lekor (makanan tradisional Malaysia), membuat bubur tradisional Malaysia bersama warga setempat, serta menjelajahi street food di Pasar Kedai Payang.

Pada hari terakhir minggu pertama (7 September 2024), mereka mengunjungi Kampung Budaya Terengganu di mana mereka mencoba pakaian dan permainan tradisional Malaysia, serta mengakhiri hari dengan kunjungan ke Masjid Kristal, salah satu ikon wisata di Terengganu.

Melalui program ini, para mahasiswa FEBI UIN Salatiga diharapkan dapat memperluas wawasan internasional, belajar kolaborasi lintas budaya, serta mempererat hubungan antara Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

Dosen FEBI UIN Salatiga Kaji Pengelolaan Zakat di Kementerian Wakaf Yordania

Yordania – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Dua dosen FEBI, yaitu Dr. Ahmad Mifdlol Muthohar, Lc., M.S.I. dan Dr. Mochlasin, bersama delegasi UIN Salatiga lainnya, mengadakan kunjungan dan penelitian terkait pengelolaan zakat di Kementerian Wakaf, Urusan Islam, dan Tempat-tempat Suci Kerajaan Yordania, Minggu (4/8/2024).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program penelitian yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, serta didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania, yang diwakili oleh Sekretaris 1 KBRI, Aris Fajar Rokhani, dan Kepala Bidang Penerangan, Sosial, dan Budaya, Alamsyah.

Delegasi UIN Salatiga, yang juga melibatkan dosen dari Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora, diterima langsung oleh Menteri Wakaf Yordania, Dr. Muhammad Ahmad Khalayilah, di kantor kementerian tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Khalayilah menjelaskan bahwa kesejahteraan seluruh imam masjid di Yordania menjadi tanggung jawab penuh Kerajaan. Ia juga menegaskan bahwa perawatan Masjidil Aqsha dan gereja-gereja yang terancam punah di Palestina juga dipercayakan kepada Kerajaan Yordania sebagai bentuk komitmen terhadap tempat-tempat suci.

Lebih lanjut, Dr. Khalayilah menguraikan pentingnya distribusi dana zakat yang memenuhi standar minimal had kifayah. Had kifayah didefinisikan sebagai batas ketercukupan, yakni kondisi seseorang yang telah keluar dari kategori mustahik (penerima zakat), namun belum mencapai status muzakki (pemberi zakat). Ia menggambarkan posisi ekonomi umat dalam bentuk piramida, dari had faqr (kefakiran) di dasar, had kifayah di tengah, hingga had ghina (kekayaan) di puncak.

Dalam sesi penutup, Menteri Khalayilah menyampaikan doa keberkahan dan keselamatan untuk umat Islam dunia, serta menghadiahkan bacaan surat Al-Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW. Sebagai bentuk penghormatan, acara ditutup dengan tukar cinderamata antara Kementerian Wakaf Yordania dan UIN Salatiga.

Ketua delegasi, Dr. Moh. Khusen, M.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan zakat di Yordania, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama internasional dalam menyebarkan nilai-nilai wasathiyyah Islam (Islam moderat) di tingkat global. Nilai ini sejalan dengan upaya Yordania melalui kampanye Risalah Amman yang telah dikembangkan dalam dua dekade terakhir sebagai bagian dari gerakan anti-ekstremisme.

Keterlibatan dosen FEBI UIN Salatiga dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen FEBI dalam mengembangkan ilmu ekonomi Islam berbasis riset global, serta memperluas jejaring akademik internasional untuk mendorong kemajuan pengelolaan zakat di Indonesia. (AHK)


17 Negara Berpartisipasi dalam Konferensi Ekonomi Islam di UIN Salatiga

Salatiga, 17 Juli 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Salatiga dengan bangga menyelenggarakan Konferensi Internasional bertema “Islamic Economics as a New Hope for Global Justice” pada Rabu, 17 Juli 2024. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya para akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai potensi ekonomi Islam sebagai solusi keadilan global.

Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari 17 negara, termasuk Thailand, India, Afghanistan, Vietnam, Pakistan, Gambia, Yaman, Myanmar, Sierra Leone, Ghana, Nigeria, Kongo, Mali, Zambia, serta mahasiswa UiTM Trengganu, Malaysia. Selain itu, partisipasi aktif juga datang dari pengelola, dosen, dan perwakilan mahasiswa dari lima program studi di FEBI UIN Salatiga serta dosen dan mahasiswa dari luar FEBI.

041A2162 1

Dalam keynote speech yang disampaikan oleh Dekan FEBI UIN Salatiga, Dr. Mochlasin, M.Ag, ia menyoroti dominasi sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme dalam dunia kontemporer. “Mengutip pendapat Fukuyama, kapitalisme telah dianggap sebagai sistem ekonomi yang final dan terbaik di dunia saat ini. Namun demikian, kenyataan masih menunjukkan adanya kemiskinan, kesenjangan, ketidakadilan ekonomi, dan krisis keuangan yang berulang,” ujar Dr. Mochlasin.

Dr. Mochlasin menegaskan bahwa di tengah ketidakadilan ekonomi global, ekonomi Islam dapat menjadi alternatif yang membawa harapan baru. Hal ini sejalan dengan pandangan Agung Guritno, Sekretaris Jurusan FEBI UIN Salatiga, yang juga menjadi pemateri utama dalam konferensi ini. Agung Guritno mengungkapkan, “Ekonomi Islam menjadi sistem third way bagi terciptanya keadilan global yang diimpikan oleh warga dunia.”

WhatsApp Image 2024 07 17 at 18.30.12

Sebagai mantan praktisi bank syariah, Agung Guritno juga membahas kondisi dan praktik keuangan Islam di Indonesia. Penjelasan ini mendapatkan perhatian khusus dari peserta konferensi, terutama dari negara-negara seperti Pakistan, Ghana, Nigeria, dan Malaysia, yang turut menyampaikan kritik terhadap sistem keuangan kapitalis dan berbagi pengalaman tentang keunikan serta praktik perbankan Islam di negara masing-masing.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh seluruh peserta yang hadir. Diskusi yang hangat dan interaktif menunjukkan ketertarikan besar terhadap penerapan ekonomi Islam sebagai jalan menuju keadilan ekonomi global. Konferensi ini berhasil mengumpulkan pandangan berharga dari berbagai perspektif internasional, menjadikannya forum yang memperkaya wawasan dan membuka peluang kerjasama antarnegara dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam.

FEBI UIN Salatiga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memberikan solusi solutif terhadap permasalahan ekonomi global melalui penyelenggaraan konferensi internasional semacam ini. Dengan harapan, ekonomi Islam dapat semakin dikenal dan diterapkan sebagai alternatif yang membawa keadilan bagi seluruh umat manusia.

Dengan terlaksananya konferensi ini, FEBI UIN Salatiga telah menunjukkan peran aktifnya dalam menciptakan platform diskusi internasional yang konstruktif dan penuh harapan bagi masa depan ekonomi global. (AHK)

FEBI : Visiting Profesor Senir Experten Service (SES) Germany

SALATIGA, 22 April 2024 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan welcoming ceremony untuk menyambut kedatangan Dr. Wolfgang Boehme, seorang ahli ekonomi senior yang datang sebagai visiting professor dari Senior Experten Service (SES), Jerman. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga ini dihadiri oleh sejumlah dosen dan para pimpinan fakultas.

IMG 20241115 WA0027 

Dr. Wolfgang Boehme hadir dalam rangka menjalankan program kolaborasi akademik yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas akademik serta wawasan internasional. Sebagai seorang pakar yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang ekonomi dan manajemen bisnis, kehadiran Dr. Wolfgang Boehme diharapkan mampu memberikan perspektif global sekaligus memperluas jaringan kerjasama internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga dengan lembaga-lembaga di Eropa, khususnya di Jerman.

Dalam sambutannya, Dr. Mochlasin, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran Dr. Wolfgang Boehme. “Kehadiran Dr. Wolfgang Boehme sangat berarti bagi kami. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswa dan dosen untuk belajar langsung dari seorang ahli yang memiliki pengalaman luas dalam bidang ekonomi global. Kami berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kemajuan akademik fakultas dan universitas,” ujarnya.

IMG 20241115 WA0028

Dr. Wolfgang Boehme juga menyampaikan antusiasmenya dalam memberikan kontribusi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Salatiga. Beliau menyatakan bahwa dirinya siap berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang ekonomi Islam.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Salatiga untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjalin kerjasama internasional demi mewujudkan visi universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul di tingkat nasional dan internasional.